Ternyata Separo Warga Banyumas Belum Miliki Jamban

Jamban milik salah seorang warga.
Jamban milik salah seorang warga.

BANYUMAS (BanyumasNews.Com) – Gerakan seribu rupiah untuk Open Defecation Free (ODF) atau gerakan pembebasan perilaku membuang air besar sembarangan menjadi tonggak awal bagi Kabupaten Banyumas untuk terus berusaha mengubah perilaku masyarakat dan menjadikan jamban sebagai suatu kebutuhan. Mengingat hingga akhir tahun 2013 lalu, baru 54 persen warga Banyumas yang memiliki jamban.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Asekbang) Setda Banyumas, Didi Rutwiyanto, Selasa (7/1) mengatakan, dari 54 persen warga yang memiliki jamban tersebut, tidak semuanya sesuai aturan teknis, terutama soal pembuangannya. Sehingga masih dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan sosialisasi gaya hidup sehat.

“Dari 54 persen warga Banyumas yang memiliki jamban ini, sebagian pembuangannya masih menyalahi aturan, yaitu langsung dibuang ke sungai. Seharusnya dibuatkan septictank supaya tidak mencemari lingkungan, hal inilah yang akan terus kita sosialisasikan,” terangnya.

Target sanitasi secara nasional yaitu 72 persen. Melihat kondisi saat ini, Banyumas belum bisa mentargetkan untuk memenuhi angka target nasional tersebut dalam tahun 2014 ini. Mengingat mengubah perilaku orang membutuhkan waktu yang lama. Banyumas baru berani mentargetkan memenuhi target nasional pada tahun 2015 mendatang. (BNC)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.