Pelanggaran Lalu-lintas Dilakukan Semua Kalangan

PURBALINGGA  – Pelanggaran lalu-lintas di Purbalingga dilakukan oleh semua kalangan. Meliputi warga sipil. PNS, anggota Polri dan TNI. Di jalan-jalan protocol, sangat mudah menemukan seseorang berseragam PNS, Polri maupun TNI mengendarai sepeda motor dengan cara yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.

“Potensi pelanggaran lalu-lintas memang merata di semua kalangan profesi dan latar belakang pendidikan. Karena itu, Polres Purbalingga akan menggencarkan sosialisasi Undang_undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu-lintas dan angkutan jalan,” kata Kapolres Purbalingga, AKBP Drs Ruslan Efendi menuturkan , usai mengikuti Apel Besar Pencinta Tertib Lalu-lintas, di alun-alun Purbalingga, Minggu (29/11).

Apel besar dipimpin Bupati Purbalingga, Triyono Budi Sasongko, dihadiri unsur muspida dan diikuti berbagai elemen masyarakat dan TNI. Apel besar yang diselenggarakan Polres Purbalingga itu, merupakan upaya polisi mengajak masyarakat melakukan gerakan moral membudayakan tertib berlalu-lintas.

Kapolres yang didampingi Kasat Lalu-lintas AKP Soliyah tidak membantah lalu-lintas di jalanan Purbalingga tergolong semrawut. Melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang padat, berbelok ke kanan dengan lebih dulu bergeser ke sisi jalan dan menentang arus dari arah berlawanan, bahkan tetap melaju ketika lampu pengatur lalu-lintas sudah menyala merah.

“Untuk saat ini kami masih mengedepankan sosialisasi peraturan perundangan dan persuasi. Saya kira di Purbalingga belum mendesak untuk dilakukan tindakan represif. Itu nanti kalau sosialisasi sudah sampai ke tingkat masyarakat di pedesaan,” ujar Kapolres.

Sementara dalam pidatonya, bupati selaku inspektur apel besar pencinta tertib lalu-lintas menuturkan, sepanjang tahun 2008, di Jateng telah terjadi 9.964 kasus kecelakaan lalu-lintas, dengan korban jiwa mencapai 1.425 orang. Kerugian akibat kecelakaan itu mencapai tidak kurang dari Rp 12 miliar. Jumlah korban jiwa di jalanan itu lebih banyak disbanding korban bencana alam gempa bumi di Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
“Ironisnya, masyarakat belum menyadari ancaman maut di jalan raya tersebut,” ujar Triyono.

Apel besar pencinta tertib lalu-lintas dilanjutkan dengan kegiatan konvoi kendaraan roda dua yang diikuti ratusan pelajar, anggota TNI dan masyarakat umum. Bupati dan Kapolres lebih dulu memasang stiker safety driving di kendaraan peserta konvoi.

Selain konvoi, dilakukan pengecatan zebra cross di perempatan jalan lingkar barat di desa Babakan Kalimanah, serta penanaman seribu pohon di taman lalu-lintas kelurahan Karangsentul.  (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.