Pabrik gula rafinasi jajaki investasi di Purbalingga

PT Dharmapala Usaha Sukses (DUS), sebuah perusahaan pengolahan gula rafinasi, berencana menanamkan investasinya di Purbalingga pada 2013. PT DUS kini tengah menjajaki soal dukungan lahan lokasi pabrik dan ketersediaan bahan baku berupa tebu. Saat ini, PT DUS telah membuka pabriknya di Tanjung Intan, Cilacap.
Rencana investasi pabrik PT DUS disampaikan langsung Presiden Direktur Manuth Marrel kepada Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko MSi di peringgitan rumah dinas bupati, Selasa (14/7) sore.
Manuth Marrel mengungkapkan PT DUS berkantor pusat di Singapura dan bergerak dalam usaha gula rafinasi. Jika hasil studi kelayakan pendirian pabrik di Purbalingga menunjukkan hasil yang baik, maka PT DUS berencana memindahkan pabrik dari Singapura ke Purbalingga. “Kami masih menjajaki kemungkinan lahan untuk pendirian pabrik yang mencapai luas antara 20 hingga 25 hektare, dan dukungan bahan baku berupa tanaman tebu,” kata Manuth Marrel.
Dijelaskan Manuth Marrel, jika terealisir, PT DUS sudah bisa beroperasi pada tahun 2013. Untuk dukungan bahan baku gula, dibutuhkan lahan sekitar 8.000 hektare. “Apabila dukungan bahan baku berupa tanaman tebu mencukupi di wilayah Purbalingga dan sekitarnya, termausk dari Banjarnegara, dan Banyumas, maka kami target pada tahun 2013 pabrik sudah bisa beroperasi di Purbalingga,” kata Manuth Marrel sembari menambahkan kapasitas pabrik per hari rata-rata 6.000 ton.
Bupati Purbalingga Triyono BS mengatakan pihaknya sangat menyambut baik rencana investasi PT DUS ke Purbalingga. Triyono berjanji akan mendukung dan memfasilitasi pendirian pabrik ini yang diharapkan akan mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. “Kami sangat menyambut baik rencana investasi PT DUS ke Purbalingga. Kami akan mencoba memfasilitasinya dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku,” kata Bupati.
Bupati menjelaskan untuk kebutuhan bahan baku berupa tebu, akan dikoordinasikan oleh pihak Dinas Pertanian dengan masyarakat petani tebu dan kabupaten tetangga. “Untuk lahan tebu di Purbalingga saat ini hanya seluas 622 hektar, jika kelak PT DUS berdiri maka masih ada peluang untuk pengembangan lahan budidaya tebu rakyat hingga ribuan hektar. Jika tidak mampu akan dicukupi dari kabupaten lain disekitar Purbalingga,” kata Bupati Triyono yang didampingi Kepala Dinas Pertanian & Kehutanan Ir Lily Purwati.
PT DUS merupakan perusahaan dengan kegiatan utama mengolah gula mentah (row sugar) yang di impor dari Thailand, Australia, Brasil dan beberapa negara lainnya. Gula mentah ini diolah menjadi gula rafiinasi untuk kepentingan industri seperti industri makanan, minuman dan farmasi.
Saat ini PT DUS sudah mengembangkan usahanya di Cilacap dengan menempati areal seluas 5,5 hektare di kompleks Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap dengan luas bangunan 1,5 hektare. Pada tahun 2008, mengembangkan usahanya dengan meperluas pabrik seluas 1,0 hektare untuk Gudang Batubara, Power Plant / Boiler Batubara, Gudang Produk Jadi, Gudang Bahan Baku, dan Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL). Setelah perluasan pabrik maka kapasitas produksi menjadi 800 ton perhari gula refinasi.
Di Pulau Jawa saat ini terdapat lima pabrik pengolah gula rafinasi. Pabrik tersebut yakni PT Angels Products (kapasitas 500.000 ton), PT Jawamanis Rafinasi (500.000 ton), PT Sentra Usahatama Jaya (540.000 ton), PT Permata Dunia Sukses Utama (390.000 ton), dan PT Dharmapala Usaha Sukses (250.000 ton). Empat pabrik yang disebut pertama telah berproduksi dengan utilisasi kapasitas hampir 70 %. Sedang PT Dharmapala Usaha Sukses belum berproduksi, dan kini lebih banyak melakukan aktivitas impor gula mentah (sekitar 28.000 ton).
Pada tahun 2009 ini ada tambahan tiga lagi pabrik gula rafinasi dengan total kapasitas 850.000 ton dan investasi US$100 juta. Pabrik ini akan berlokasi di Makassar (kapasitas 200.000 ton), Cilegon (250.000 ton), dan Lampung (300.000 ton). (banyumasnews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.