Mardjoko : Jangan ada sengketa tanah lagi

PURWOKERTO – Dalam rangka pelaksanaan Catur Tertib Pertanahan (tertib administrasi, tertib hukum, tertib penggunaan dan tertib  pemeliharaan dan lingkungan hidup) dan penatagunaan tanah yang meliputi penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T) di Kabupaten Banyumas, pagi tadi (20/10) bertempat di Balai Kelurahan Kranji Kecamatan Purwokerto Timur Pemkab Banyumas mengadakan Pembinaan Manajemen Urusan Pertanahan kepada para Camat dan Kepala Desa/Lurah se Kabupaten Banyumas. Pembinaan dilakukan dalam tiga gelombang dimulai hari Selasa (20/10) hingga Kamis (22/10).

Materi pembinaan meliputi Kebijakan Pemerintah Dalam Rangka Implementasi Kewenangan di Bidang Pertanahan, Penyelesaian Masalah Tanah Melalui Badan Peradilan, Manajemen Pertanahan, dan Peran Pemerintah Kabupaten dalam Bidang Pertanahan.

Dalam sambutannya, Bupati Banyumas, Drs. H. Mardjoko, MM meminta kepada para Camat dan Kepala Desa/Lurah untuk bisa secara aktif memberikan pemahaman dan penyadaran masyarakat di wilayahnya terhadap arti pentingnya Akta Tanah yang akan memberikan kekuatan dan kepastian hukum terhadap pemilikan tanah. Selain itu, Bupati juga mengingatkan agar tanah-tanah masyarakat mempunyai tanda batas, bersertifikat dan tidak ditelantarkan, agar terhindar dari sengketa tanah.

“Semua rumah diwilayah masing – masing kecamatan diharapkan memiliki sertifikat dan akta tanah sehingga tidak ada lagi terjadi kasus – kasus yang menimbulkan sengketa” kata Mardjoko (banyumasnews.com/cit)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.