Enam Parpol Terancam Tak Kebagian Kursi

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kebumen hingga saat ini masih menunggu perkembangan dan instruksi dari KPU Pusat, terkait dengan putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengubah aturan perolehan kursi tahap II di DPR maupun DPRD, sementara sejumlah pimpinan partai politik di daerah ada yang merasa dirugikan dan diuntungkan atas putusan tersebut.Jika putusan itu dijalankan KPU maka hanya ada tiga Partai Politik (Parpol) yang berhak menduduki 50 kursi DPRD Kebumen yakni PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Berdasarkan perolehan suara pada Pileg lalu, PDI Perjuangan di semua Dapil atau 7 Daerah Pemilihan Kebumen memenuhi bilangan pembagi pemilih (BPP) dan memenuhi syarat untuk satu kursi sedangkan Partai Demokrat dan Partai Golkar hanya di Daerah Pemilihan IV yang tidak memenuhi BPP. Perolehan kursi ketiga Parpol tersebut diperkirakan bakal bertambah jika putusan MA dilaksanakan KPU. Pada Pileg lalu, PDIP meraih 15 kursi, Partai Demokrat dan Partai Golkar masing-masing 7 kursi.

Sementara enam parpol lainnya yakni PPP, PAN, PKB, PKS, PKNU dan Gerindra terancam tidak kebagian kursi. Di semua Dapil ke-enam parpol tersebut tidak memenuhi syarat untuk satu kursi. Karena menurut versi MA, mereka yang duduk di legislatif adalah yang Parpol-nya dalam penghitungan bilangan pembagi pemilih (BPP)-nya telah memenuhi syarat untuk satu kursi. Selanjutnya, sisa suara yang akan menjadi milik Parpol pemenang Pemilu.

Dengan demikian sisa sebanyak 21 kursi yang semula menjadi hak 6 parpol tersebut akan dibagi antara PDIP, Partai Demokrat, Partai Golkar.


KPU Kabupaten Kebumen hingga kemarin sore belum mengambil sikap atas putusan tersebut. “Saat ini KPU Kabupaten Kebumen masih menunggu pembicaraan dengan KPU Pusat sehubungan dengan turunnya putusan MA tadi, masih menunggu pembicaraan atau instruksi dari KPU Pusat terkait putusan dari MA,” kata Ketua KPU Kebumen Teguh Purnomo SH MHum, Jum’at (31/7).(kbm)

1 Comment

  1. he..he.. asyik dengan pleno KPU semua bisa dilantik. Ayem. Wis pada ngukur jas apa durung bapake anggota dewan anyar. Sing kelingan karo pemilih ya.Aja diconto anggota dewan sing korup…. Selamat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.