BKK Kejobong dan Karangmoncol resmi dimerger

Badan Kredit Kecamatan (BKK) Kejobong dan BKK Karangmoncol resmi dimerger (digabung). Dengan merger itu, kedua BKK bersatu itu nantinya bisa meningkat status menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Setelah dimerger, kantor pusat BKK di Kejobong. Sedang BKK Karangmoncol sebagai cabangnya.

”Besok (Kamis 30/7) diselenggarakan RUPS (rapat umum pemegang saham) di ruang Biro Perekonomian Kantor Gubernur Jateng,” kata Kasubag BUMD dan Lembaga Keuangan Bagian Perekonomian Setda Purbalingga, Agung Widiarso kepada BanyumasNews.com, Rabu (29/7).

Pada RUPS itu, agendanya meliputi penetapan akta merger, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, serta penetapkan direksi BPR hasil merger. Setelah RUPS diselenggarakan, gubernur Jateng akan menerbitkan SK penetapan merger kedua BKK tersebut.

Kedua BKK itu sudah diaudit oleh kantor Akuntan Publik Darsono dan Budi Cahyo Santoso. Bila hasil audit itu menunjukkan struktur modal menjadi lebih kuat setelah dimerger, dan lembaga menjadi lebih sehat, BKK itu bisa diusulkan menjadi BPR.

Mengenai kandidat direksi BKK hasil merger, Agung menyebutkan, enam orang telah mengikuti proses fit and proper test (uji kepatutan dan kelayakan), oleh sebuah tim independen. Masing-masing Suprapto Dwi Antoro, direktur BKK Kejobong, Tuti Herawati (direktur BKK Karangmoncol), Hari Setiawan (kasi dana BKK Karangmoncol), Rusdiono (kasi pelayanan BKK Kejobong), Sucipto (kasi pelayanan BKK Karangmoncol) dan Yekti Uwisih (sekretariat BKK Kejobong).

”Dua kandidat dengan ranking tertinggi diajukan dan dibahas pada RUPS di Semarang Kamis (30/7). Rapat itu yang akan menentukan direktur BKK hasil merger,” kata Agung.

Bila kelak kedua BKK hasil merger itu sudah meningkat statusnya menjadi BPR, sangat memungkinkan akan dimerger lagi dengan BPR BKK Purbalingga yang sudah lebih dulu beroperasi. BPR BKK yang dipimpin Direktur Utama Supardi itu merupakan hasil merger dari BPR BKK sebelas kecamatan di Purbalingga, pada tahun 2007 lalu. “Saat ini belum ada pemikiran untuk menggabungkan dengan BPR BKK Purbalingga. Itu tergantung pada RUPS,” ujar Agug.  (banyumasnews.com/pbg)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.