45 Dokter dan 180 Bidan Ikuti Latihan Insersi IUD dan Implant

PURBALINGGA – Sebanyak 45 dokter dan 180 bidan se-Kabupaten Purbalingga mendapatkan pelatihan insersi/ pemasangan IUD dan Implant yang diselenggarakan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP). Pelatihan berlangsung sejak 7 Maret hingga 15 April 2011 yang terbagi dalam 12 angkatan di Aula Taman Wisata Pendidikan Purbasari Pancuran Mas, Waroeng Djoglo dan RSUD R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga.

“Saat ini teknologi terus mengalami kemajuan pesat, termasuk dalam hal kontrasepsi hormonal. Pelatihan ini dimaksudkan agar tenaga dokter dan bidan mampu mengaplikasikan teknologi terkini dalam pemasangan kontrasepsi hormonal termasuk bagaimana cara mengatasi efek samping yang biasanya dikeluhkan pasien,” jelas Kepala Bidang KB yang juga Ketua Penyelenggara Pelatihan, Drs Hendroko Suroso.

Menurut Hendro, masing-masing angkatan mendapatkan teori selama 4 hari di tempat wisata atau warung makan, dan sehari untuk praktik di RS. Diharapkan setelah mengikuti rangkaian pelatihan ini, kata dia, dokter dan bidan mampu melakukan konseling dan penapisan klien untuk pelayanan KB, mampu mengaplikasikan kewaspadaan standar dan pencegahan infeksi dalam pelayanan KB dan mampu menjelaskan informasi penting dan melaksanakan Pelayanan KB baik penggunaan/ penghentian metode kontrasepsi yang sesuai standar.

Hendro menambahkan, pada pelatihan ini ada empat penyaji yang masing-masing berasal dari BKBPP Purbalingga, Balai Diklat KBN Banyumas, Bidan Delima Purbalingga dan Pusat Pelatihan Klinik Primer (P2KP). Kabupaten Purbalingga. Sedangkan untuk peserta pelatihan terdiri dari 3 dokter dan 9 bidan utusan RSUD Goeteng Tarunadibrata, serta 42 dokter dan 144 bidan utusan Dinas Kesehatan.

“Peserta yang tuntas mengikuti pelatihan akan memperoleh sertifikat yang dikeluarkan oleh P2KS Provinsi Jateng disertai pemberian satuan kredit profesi oleh IDI untuk dokter dan IBI untuk bidan,” jelasnya.

Untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi, kata dia, masing-masing peserta harus berhasil melayani calon akseptor KB sebanyak 10 IUD dan 10 implant. Ke-10 akseptor IUD dan Implant ini tidak harus dilakukan saat pelatihan. Sebanyak 2 akseptor untuk  IUD dan implant dilayani saat praktek pelatihan, sedangkan 8 akseptor IUD dan Implan setelah pelatihan (BNC/cie)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.