Didesak kalangan DPRD, Dirut PDAM Akhirnya dicopot

Dirut PDAM Banjarnegara, Mohammad Khosnol akhirnya diberhentikan oleh bupati. Menyusul desakan kalangan DPRD yang menanyakan kinerja dan pelayanan PDAM. Mulai dari pembuatan laporan keuangan dan kinerja yang kerap terlambat, hingga kualitas air yang kerap keruh. Mohammad Khosnol dihentikan melalui SK Bupati nomor 825/1736/2009 tertanggal 23 Juli 2009 tentang penempatan kembali menjadi PNS. Ia digantikan oleh Wisnu Wardoyo yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Umum Setda Banjarnegara.

Wisnu diangkat melalui SK Bupati Nomor 539/467/2009 tentang penunjukan sebagai pelaksana tugas Dirut PDAM. Sementara Mohammad Khosnol saat ini menjabat sebagai staf Dinas Pekerjaan Umum (KPU).

Bupati Banjarnegara, Djasri saat serah terima jabatan itu berharap penyegaran menejemen di tubuh PDAM akan memacu kinerja PDAM. Sehingga berbuah pada peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Ia juga berharap perusahaan itu mampu memperoleh laba bersih yang saat ini belum teraih.

“Ini hanya untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja PDAM . Jadi bukan karena intervensi pihak pihak tertentu,” ujar Jasri kepada wartawan, Selasa (28/07)

Mohammad Khosnol sendiri telah menjabat Dirut PDAM selama dua periode. Untuk periode kedua ini semestinya masa jabatannya habis pada bulan September 2009. Namun sebelum masa jabatannya habis dirinya mengajukan surat pengunduran diri ke Bupati Banjarnegara.

Ymt Dirut PDAM, Wisnu Wardoyo saat dihubungi mengatakan persoalan di PDAM cukup kompleks. Mulai dari personalia hingga pelayanan kepada masyarakat. Ia mengatakan langkah awal yang bakal dirinya lakukan adalah evaluasi kinerja karyawan PDAM. Melalui evaluasi tersebut bakal diketahui karyawan yang memiliki kinerja baik maupun tidak.

Menanggapi persoalan air yang kerap keruh, akan melakukan upaya perbaikan secara bertahap terhadap kualitan dan kuantitas air ke masyarakat. Baik melalui pengembangan alat penyaringan maupun bak pengendapan. “Jika kualitas air telah terpenuhi, baru kita mengambil langkah penarikan kepada para penunggak PDAM,” jelas Wisnu

Sebagaimana diketahui, PDAM Banjarnegara akhir-akhir ini menjadi sorotan kalangan DPRD. Mereka menanyakan kinerja dan pelayanan PDAM. Mulai dari pembuatan laporan keuangan dan kinerja yang kerap terlambat, hingga kualitas air yang kerap keruh (banyumasnews.com/bna)

2 Comments

  1. apa ada desa kalangan DPRD? he..he… mungkin “Didesak” kali ya… yang teliti mas redaktur

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.