Densus 88 memburu dua penyuplai bahan peledak di Cilacap

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror kembali menyambangi daerah Cilacap Jawa Tengah. Kali ini mereka memburu dua warga yang dicuigai sebagai penyuplai bahan peledak .Dua warga tersebut Koko Muntako (38) dan Ahmad Yani (34). Namun saat memburu mereka di Dusun Tlagawungu, Desa Planjan, Kecamatan Kesugihan aparat tak menemukan.

Yani dan Koko adalah kakak beradik. Menurut Ketua RT 2 RW 6, Dusun Tlagawungu, Muhammad Muhsin, Senin (27/7), Yani menghilang sejak Densus 88 menangkap Syaefudin Zuhri akhir Juni lalu. Adiknya, Koko, telah pergi dari desa tersebut sejak lima tahun silam.

Sehari sebelum pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, sejumlah aparat Densus 88 mendatangi rumah Yani. Namun, mereka tak menemukan Yani di rumahnya. Tim Densus 88 lalu membawa Muhsin dan Muklisun, tetangga Yani, ke Hotel Arya Guna, Buntu, Banyumas. Kedua orang itu dimintai keterangan, terkait aktivitas dan latar belakang keluarga Yani.

Pengejaran terhadap Yani terkait keterangan dari Zuhri tentang keterkaitan Yani dalam jaringan terorisme. Dalam keterangannya, Zuhri mengungkapkan, pada awal Juni, dia menjemput seseorang asal Palembang di suatu tempat di Kroya, Cilacap. Zuhri lalu mengantar orang tersebut ke rumah Yani di Desa Planjan.

Kepala Desa Planjan Subanul Muatib menuturkan, beberapa kali petugas Densus 88 datang ke desanya mencari Yani dan Koko. Namun, keberadaan dua orang itu kini tak jelas di mana.

Beberapa kali Subanul pernah melihat ustaz Mahfud, rekan Bahrudin sesama pengasuh Pondok Pesantren Al Muaddib, Desa Pasuruhan, Binangun, Cilacap, datang ke rumah Yani. Namun, dia tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

Koko sendiri adalah lulusan Ponpes Al Mukmim, Ngruki, Sukoharjo. Pada awal 2000, Koko sempat pulang ke Desa Planjan dan menikah dengan gadis setempat. Namun, lima tahun lalu, Koko pergi dari desanya. Para tetangga hanya tahu Koko pergi ke Sulawesi.

Sahri, kerabat Koko mengaku tiak tahu menahu tentang aktvitas keluarganya. Menurut dia, selama ini Koko dan Yani hanya seorang penjual petasan. “Kalau dikaitkan dengan jaringan teroris, kok saya ndak percaya,” ujar Sahri.

Hingga kini Tim Densus 88 masih berada di Cilacap untuk memburu keberadaan kedua buronan tersebut. Infromasi yang diterima banyumasnews.com, Senin (27/07) malam, tim menuju arah barat atau wilayah Kawunganten dan Sidareja. Karena diperoleh informasi, kedua buronan itu sempat terlihat menaiki bus ke arah wilayah tersebut.(banyumasnews.com/n-1)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.