Imigran Srilangka Masih Tertahan di Cilacap

Imigran Srilangka saat masih bertahan di kapal yang mengakutnya. (BNC)
Imigran Srilangka saat masih bertahan di kapal yang mengakutnya. (BNC)

Cilacap – Sebanyak 26 orang imigran gelap asal Tamil Srilanka, yang terdampar di peraiaran Samudera Hindia, Rabu (26/05/2010) silam, ternyata hingga Senin (31/5) malam masih tertahan di Cilacap. Pihak IOM (The International Organization for Migration), sebuah organisasi internasional untuk migrasi perwakilan Indonesia di Jakarta, belum membawa para imigran tersebut ke Jakarta.

Kepala Kantor Imigrasi Cilacap, Hasan Basri yang dikonfirmasi, Senin (31/5) mengatakan, para imigran Sri Langka itu saat ini masih diinapkan disebuah hotel wilayah kota yakni hotel Santi Sanjaya. Selain diberikan fasilitas penginapan, para pengungsi Sri Langka itu juga diberikan makan gratis, karena bekal mereka yang sudah tidak ada lagi.

“Kantor Imigrasi masih berupaya untuk mengurus para pengungsi Sri Langka tersebut. Diantaranya melakukan koordinasi dengan imigras pusat di Jakarta. Kemungkinan, para imigran tersebut akan di deportasi ke Negara asalnya,” kata Hasan Basri.

Seperti diberitakan sebelumnya, para imigran gelap asal Srilangka yang akan mencari suaka politik di Australia ditemukan oleh sebuah kapal nelayan di tengah peraiaran Samudera Hindia Barat atau pada posisi 9,30 derajat Lintang Selatan (LS) hingga 107,5 derajat Bujur Timur (BT), Rabu (26/05/2010) malam.

“Saat ditemukan nelayan, kapal motor para imigran tersebut telah kehabisan bahan bakar. Kapal tersebut selanjutnya ditarik sebuah kapal motor nelayan jenis longline bernama KM Harapan Maju menuju pelabuhan Tanjung Intan Cilacap,” kata Hasan Basri.

Dikatakan Hasan Basri, dari 26 imigran tersebut, seorang diantaranya menderita sakit sehingga harus mendapat perawatan tim medis. Sambil menunggu pemberangkatan ke Jakarta dan perawatan yang sakit, gran tersebut, seorang diantaranya menderita sakit sehingga harus mendapat perawatan tim medis. mereka ditampung di sebuah hotel di Cilacap. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.