Kapan Jalan Raya Banyumas – Buntu Dibangun | Kilas Balik

 

Jembatan Sungai Serayu Banyumas tempo dulu

Banyumas kota lama sampai tahun 1937 menjadi ibukota kabupaten Banyumas. Kota yang mulai dibangun oleh Belanda usai Perang Jawa (Diponegoro) itu sebenarnya direncanakan dengan sangat baik. Namun kemudian menjadi kota mati karena keramaian pindah ke Purwokerto, terutama sejak transportasi kereta api beroperasi dan Banyumas tidak dilewati jaringan rel kereta api.

Namun sebelum ada jaringan rel kereta api, Belanda sudah menghubungkan Banyumas dengan Kroya melalui Buntu dengan membangun jalan raya menembus perbukitan Karangrau/Krumput. Jalan raya Banyumas – Buntu dibangun oleh Belanda pada tahun 1843 dengan mempekerjakan para pekerja dari kabupaten yang ada di karesidenan Banyumas saat itu.

Ada mitos seputar tanjakan Krumput, terkait pengemis yang setiap hari ‘mangkal’ di situ.

Sepanjang jalan ada perkebunan karet Krumput, pengemis di Pagaralang, dan tempat rehat Kopi Banaran.

Seorang youtuber mencoba menelusuri jalan raya dari kota lama Banyumas menuju Buntu dan bercerita apa yang ditemuinya dengan mengkonfirmasi narasi yang sebagian bersumber dari buku “Sejarah Banyumas dari Masa ke Masa – sejak akhir abad ketiga sampai Bupati pilihan rakyat” (M Warwin R Sudarmo & Bambang S Purwoko – 2009).

Simak videonya di channel BangFu Story ini: Mitos Seputar Tanjakan Krumput, Kisah Pembangunan Jalan Raya Banyumas – Buntu

(Ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.