Cabuli Gadis Bawah Umur, Polresta Banyumas Amankan IS dan RH

Setubuhi Gadis Bawah Umur, Sat Reskrim Polresta Banyumas Amankan IS Dan RH

WANGON, banyumasnews.com — Unit PPA Satuan Reskrim Polresta Banyumas Polda Jawa Tengah berhasil mengamankan IS (21) warga Kecamatan Wangon dan RH (21) warga Kecamatan Jatilawang diduga pelaku tindak pidana persetubuhan atau pencabulan terhadap UK (17) pelajar warga Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Keduanya diamankan pada Selasa (23/02/2021).

Kapolresta Banyumas Kombes Pol M. Firman L. Hakim, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim Kompol Berry, S.T., S.I.K., mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada (16/12/20) lalu di dalam sebuah rumah yang berada di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas.

Awalnya korban berkenalan dengan pelaku IS melalui media sosial, kemudian korban diajak berkencan, korban dijemput oleh IS untuk diajak ke rumahnya. Di rumah IS, sudah ada pelaku RH, kemudian korban diberikan minuman keras.

Setelah korban pusing lalu korban minta diantar ke kamar mandi untuk buang air kecil, setelah selesai dari kamar mandi tangan korban ditarik masuk ke kamar oleh RH lalu dibujuk rayu dengan berkata akan diantar pulang lalu korban disetubuhi oleh RH.

“Setelah itu, korban kembali diajak minum, kemudian ketika korban mau ke kamar mandi lagi, ditarik ke kamar oleh IS dan disetubuhi kembali. Setelah kejadian tersebut para pelaku berangkat ke Bekasi. Atas kejadian yang menimpanya, korban bercerita kepada orang tua lalu melaporkannya ke pihak Kepolisian”, terang Kasat Reskrim.

Lebih lanjut Kompol Berry menambahkan pelaku IS berhasil diamankan di wilayah Kabupaten Bekasi Kota Jawa Barat. Sedangkan RH diamankan di wilayah Cikarang Bekasi Jawa Barat.

Saat ini pelaku dan barang bukti berupa satu potong jaket warna kombinasi biru putih pink, satu potong celana panjang warna putih, satu potong celana dalam warna biru, satu potong miniset warna putih, satu unit motor Honda Beat warna biru putih berikut STNK dan kunci sepeda motor diamankan di Mapolresta Banyumas guna penyidikan lebih lanjut.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 atau pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 (lima belas) tahun penjara”, tutupnya. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.