Program Dua Hari di Rumah Saja Banyumas Fokus ke Mall, Toko Modern, Cafe dan Tempat Wisata

Achmad Husein

PURWOKERTO, banyumasws.com — Pemkab Banyumas menyambut baik surat edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait program Dua Hari di Rumah Saja yang akan efektif Sabtu-Minggu, 6-7 Pebruari 2021.

Jajaran Pemkab pada Rabu 03 Februari 2021 pukul 09.30 s.d 11.00 WIB bertempat di Ruang Joko Kaiman kantor Pemkab telah dilaksanakan Rapat Koordinasi pembahasan Jateng 2 Hari di Rumah yang diikuti lebih kurang 25 orang pejabat terkait.

Hadir dalam kegiatan Ir. Achmad Husein (Bupati Banyumas), Drs. Sadewo Tri Lastiyono (Wakil Bupati Banyumas), Kompol Zaenal Arifin S.I.P., M.H. (Kabag Ops Polresta Banyumas), Lettu Inf. Nurcholis (Pasi Ops Kodim 0701/BMS), Ir. Wahyu Budi Saptono, M.Si (Sekda Banyumas), Sadiyanto, S.K.M., M.Kes. (Kadinkes Banyumas), Drs.Setia Rahendra, M.Si (Bakesbangpol Kab. Banyumas), Drs. Aziz Kusumanandi, M.M (Kadinporabudpar Banyumas), Agus Nur Hadi (Kadinhub Kab. Banyumas), Eko Heru Surono, S.Sos (Ka Satpol PP Kab Banyumas), Ir. Didi Rudwiyanto, M.Si (Aspem Sekda Kab Banyumas), dan undangan lainnya.

Achmad Husein selalu Bupati Banyumas mengatakan rapat membahas tindak lanjut SK Gubernur Jawa Tengah tentang 2 hari di rumah saja, langkah apa yang akan dilakukan untuk dikirimkan laporan kepada Gubernur.

Ia mengatakan Banyumas lebih mengarah pada kemanfaatan di lapangan dan mematuhi apa yang diperintahkan dari atasan. “Tujuan kegiatan ini adalah efek psikologis, dan perubahan perilaku dan pengetahuan masyarakat tentang covid. Diharapkan setelah 2 hari ada perubahan perilaku dalam masyarakat”, katanya.

Dengan adanya pemutusan ini, lanjutnya, kita evaluasi besok apakah ada penurunan, apakah ada perubahan, itu yang kita ambil hikmahnya.

“Kita lebih mengarah pada mall, toko modern, tempat pariwisata, cafe-cafe”, tegas Bupati.

Sementara itu Didi Rudwiyanto (Aspem Sekda Kab Banyumas) mengatakan kita ingin mengurangi mobilisasi masyarakat, dan mengurangi kerumunan. Intinya disepakati, operasi penegakan disiplin secara masif atau secara menyeluruh, diperluas, dipertegas tetapi terukur.

“Operasi gabungan di perbatasan tetap dilaksanakan. Bentuk patroli gabungan di toko-toko besar, pasar tradisional tetap buka, pasar tiban kita tutup”, katanya.

Toko-toko modern seperti Alfamart dan Indomart akan tutup selama 2 hari. Operasi gabungan tempat wisata dan lingkungan terbuka hijau. Komunitas sepeda, senam pagi di taman atau ruang terbuka hijau ditiadakan. Obyek wisata dan GOR Satria ditutup, tambah Didi.

Dikatakan Didi, peran camat dan kades untuk ikut dalam operasi akan ditingkatkan. “Intinya selama 2 hari semua pintu ditutup, mall, obyek wisata, dll semuanya ditutup”, tegasnya.

Sedangkan Wahyu Budi Saptono (Sekda Banyumas) mengatakan operasi tetap harus dilakukan di tingkat perbatasan dan kecamatan. ‘Tim terbatas tetapi efektif. Kamis besok woro-woro, keliling agar tanggal 6-7 kita di rumah saja”, katanya.

Kompol Zaenal Arifin S.I.P., M.H. (Kabag Ops Polresta Banyumas) melaporkan bahwa
dilihat dari data yang diterima, penularan memang terjadi pada saat weekend.

“Menurut saya kegiatan ini efektif. Kita harus mengoptimalkan kampung siaga dan bela negara. Kalau ini efektif pasti dapat menekan angka positif di Banyumas”, katanya.

Kodim 0701 Banyumas juga mendukung program 2 hari di rumah seperti disampaikan oleh Lettu Inf. Nurcholis (Pasi Ops Kodim 0701/BMS). “Kami mendukung kegiatan ini, tadi disampaikan kami setuju dilaksanakan secara statis selama 2 hari”, katanya.

Berdasarkan hasil Rakor, Bupati Banyumas telah menerbitkan Surat Edaran pelaksanaan program dua hari di rumah. (Ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.