Napak Tilas Jalur Kereta Api SDS Maos – Purwokerto Timur

Jemabatan Sungai Serayu Patikraja – Kebasen eks jalur Kereta Api SDS Maos – Purwokerto Timur

Gowes napak tilas jalur kereta api jaman Belanda, relasi Maos – Purwokerto Timur cukup mengasyikan. Salah satu yang masih tersisa jejaknya adalah jembatan sungai Serayu di Patikraja menuju Kebasen yang kini difungsikan sebagai jalan sepeda motor. Sebelum ada jembatan baru di sebelah baratnya, mobil juga lewat jembatan yang tampak masih kokoh ini, namun harus antri.

Wikipedia menyebut, jalur Maos-Purwokerto Timur ini dioperasikan oleh Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS). Perusahaan ini mengoperasikan kereta api dari Maos, Cilacap menuju Purwokerto dan dilanjut menuju Banjarnegara dan Wonosobo. Beroperasi sejak tahun 1896, perusahaan ini jauh lebih dulu ada dibandingkan dengan eksistensi Staatsspoorwegen (SS) di wilayah Purwokerto. Jalur-jalurnya kini termasuk dalam Wilayah Aset PT KAI Daop V Purwokerto.

SDS merupakan perusahaan kereta api swasta yang pertama kali membangun jalur kereta api di bumi Banyumas. Agar mobilitas pengangkutan penumpang dan hasil bumi dari Maos ke Banjarnegara (dan selanjutnya Wonosobo) lancar, SDS membangun jalur kereta api mulai dari Stasiun Maos menuju Stasiun Purwokerto Timur. Berdasarkan besluit tertanggal 24 April 1894 yang disahkan oleh kolonial Belanda, dan segera melaksanakan konsesi pembangunan jalur kereta api dari Maos menuju Purwokerto Timur bersambung ke Banjarnegara.

Terowongan bertanda tahun 1915 yang dibangun SS. Terowongan SDS tidak tampak lagi.

Dengan bermodal awal 1.500.000 gulden, jalur Maos–Purwokerto Timur akhirnya selesai pada tanggal 16 Juli 1896. Selanjutnya jalur ini diperpanjang hingga Sokaraja pada tanggal 5 Desember 1896, kemudian berakhir di Wonosobo pada tanggal 7 Juni 1917.

Pada tanggal 1 Juli 1916, segmen jalur SS Cirebon-Bumiayu- Patuguran–Kroya Staatsspoorwegen (SS) telah selesai dibangun. Agar memungkinkan pengguna jasa SS berpindah moda untuk ke Wonosobo, dibangunlah jalur kereta api transit dari Purwokerto (stasiun besar Purwokerto saat ini) menuju Purwokerto Timur. Di Kebasen ada terowongan pendek yang selesai dibangun pada 1915 yang dibangun oleh SS. Seabad kemudian (2016) PT KAI membuat terowongan baru di sebelah timurnya, terkait pembangunan jalur ganda.

Jalur SDS Maos-Purwokerto Timur sudah lama tidak ada, karena dibongkar pada masa pendudukan Jepang di Indonesia (1943) oleh pekerja Romusha. Yang masih beroperasi saat ini adalah jalur peninggalan SS. (Pad)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.