Pilkada Purworejo: Paslon Bung Tomo Sesalkan Deklarasi Kemenangan Bastian-Yuli

Paslon Bung Tomo Sesalkan Deklarasi Bastian-Yuli

PURWOREJO, banyumasnews.com – Jika di sejumlah daerah penyelenggaraan Pilkada berlangsung mulus, namun di Purworejo hasil perhitungan disesalkan Paslon lain. Tim Pemenangan Paslon Bupati/Wakil Bupati Nomor Urut 02 Kuswanto-Kusnomo (Bung Tomo), bahkan menyesalkan deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh petahana, pada Pilkada Purworejo Tahun 2020 yang usai digelar 9 Desember 2020 kemarin.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Bung Tomo, R Muhammad Abdullah, ketika menggelar konferensi pers di posko pemenangan Bung Tomo di Jalan Brigjen Katamso Pangenrejo, Kamis (10/12/2020).

Menurut juru bicara, jika ada (salah satu) calon yang mendeklarasikan kemenangan itu mengintervensi moril penyelenggara (KPU) dan merupakan bentuk arogansi. “Seharusnya masing-masing kandidat menunggu hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum, selaku penyelenggara pemilu. Pasalnya, jika mendasarkan perhitungan dari saksi masing-masing calon, berpotensi kesalahan,” ujarnya.

Abdullah pada kesempatan jumpa pers menjelaskan hasil perhitungan perolehan sementara yang dilakukan oleh Tim Pemenangan Bung Tomo. Hasil perhitungan sementara Bung Tomi unggul 131 suara (dari Paslon 03 Bastian-Yuli). Nomor urut 1 (Agustinus-Kabuli) 115.446, nomor urut 2 (Kuswanto-Kusnomo) 143.349, dan nomor urut 3 (Bastian-Yuli) 143.218.

Meski begitu, data tersebut belum genap 100 persen. Pihaknya baru menyelesaikan perhitungan dari 1.879 dari 1901 TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Terkait dengan penyelenggaraan Pilkada Purworejo 2020, kata Abdullah, Tim Paslon 02 juga menyesalkan adanya temuan dugaan politik uang. Pihaknya juga mencurigai adanya kejanggalan hasil pemungutan suara di salah satu kecamatan yang dinilai kurang wajar.

“Ada di satu kecamatan yang hasilnya tidak wajar, namun tidak kami sebutkan dimana karena itu bagian dari strategi kami,” ujarnya.

Abdullah menyatakan, Tim Pemenangan Bung Tomo, akan menghormati hasil apapun, yang nantinya akan diumumkan oleh KPU. Namun tidak menutup kemungkinan, jika terdapat kejanggalan atau kecurangan disertai bukti yang kuat, pihaknya akan menempuh jalur hukum. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.