Sidang Dugaan Sumpah Palsu, Empat Orang Saksi Dihadirkan di Persidangan


PURWOKERTO, banyumasnews.com – Kasus dugaan sumpah palsu dengan terdakwa DS  (47) warga Purwokerto, memasuki tahap pemeriksaan saksi. Pada Senin 23 November 2020 memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Sidang perdana yang dipimpin oleh Hakim Ketua Nanang, SH, dengan  anggota Majelis Hakim Ivonne, SH dan Rahma, SH, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anton Sutrisno, SH, MH itu menghadirkan terdakwa DS (47) didampingi kuasa hukumnya Aan Rohaeni.

Sedikitnya empat orang dihadirkan di persidangan sebagai saksi. Satu saksi merupakan pelapor yakni Lany, dua orang dari staf notaris dan satu orang mantan karyawan DS.

Dihadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Nanang SH, saksi Pelapor Lany Irawati (51) memberikan keterangan terkait asal muasal perkenalan dengan terdakwa.

Selain itu pelapor juga mengungkapkan, sebelum kasusnya sampai di persidangan sudah pernah ada mediasi.

Selain itu, ia menjelaskan mulanya berhubungan baik dengan terdakwa, hingga sertifikat tersebut dipegang oleh pelapor.

Pelapor juga menyampaikan, bahwa sertifikat yang dipegang kemudian, diambil alih BPN melalui notaris.

Dihadapan majelis hakim, salah seorang saksi staf notaris mengungkapkan, pihaknya mengantarkan sertifikat ke BPN untuk cek sertifikat. Rupanya ada dobel sertifikat sehingga sertifikat dari notaris diamankan di BPN.

Staf notaris tersebut mengaku mengirimkan sertifikat pada tanggal 15 Maret 2019 dan baru mendapatkan tanda terima dari BPN tanggal 19 Maret.

Dalam kesempatan sidang tersebut Lany juga menanyakan kepada Majelis Hakim, terkait penahanan terhadap terdakwa. Atas pertanyaan tersebut majelis hakim mengungkapkan, bahwa pengadilan meneruskan penetapan kejaksaan. Selain itu terdakwa juga dinilai kooperatif.

Sementara itu penasehat hukum terdakwa Aan Rohaeni mengungkapkan, selama proses persidangan masih berlangsung, pihaknya tidak bersedia memberikan keterangan lebih luas. Hanya saja kliennya memang benar-benar pernah kehilangan sertifikat.

Diberitakan sebelumnya, Lany melaporkan  kasus dugaan tindak pidana sumpah palsu dan memberi keterangan tidak benar dalam suatu akta sesuai dengan Pasal 242 dan 266 KUHP  ke Polresta Banyumas pada tanggal 26 Mei 2020.

Seperti diberitakan, seorang warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Lanny Irawati Irwanto (51) mengharapkan adanya kesamaan di depan hukum atas kasus dugaan tindak pidana sumpah palsu yang dia laporkan dan akan segera disidangkan.

“Kasus dugaan tindak pidana sumpah palsu dan memberi keterangan tidak benar dalam suatu akta sesuai dengan Pasal 242 dan 266 KUHP ini sudah saya laporkan ke Polresta Banyumas pada tanggal 26 Mei 2020,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu.

Dalam hal ini, dia melaporkan rekan-nya berinisial DS (47), warga Purwokerto, yang diduga melakukan tindak pidana sumpah palsu tersebut. (nan).

Foto: Lensa Banyumas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.