Kecelakaan Viral di Purwokerto: Pengendara Moge Damai dengan Pengendara Ayla

Pengendara mobil Ayla (kiri), Kasat Lantas AKP Ryke dan Dimas (kanan) pengendara moge berdamai (instagram)
Bijak, Pengendara Moge Damai dengan Pengendara Ayla
PURWOKERTO, banyumasnews.com — Kasus kecelakaan antara moge Honda CBR vs Daihatsu Ayla berakhir damai. Kasus kecekakaan itu sempat viral di medsos dalam lima hari terakhir menyusul beredarnya video tabrakan tersebut. Kecelakaan terjadi di Jalan HR Bunyamin, Purwokerto, pada Selasa (17/11/2020) sore.
Saking viralnya, bahkan pada Jumat (20/11/20) tayang di TV nasional, bukan hanya pada program berita tapi di program infotainment.
Seperti banyak diberitakan, kecelakaan melibatkan mobil Daihatsu Ayla yang dikendarai A (30) dan sepeda motor Honda CBR 1000RR SP yang dikendarai Dimas Prasetyahani (25). Kasus menjadi heboh, karena ada akun instagram yang mengabarkan pengendara moge ditawari mobil dan rumah milik pengemudi Ayla, yakni melalui akun pribadi Dimas Prasetyahani pada Rabu (18/11/20). Netizen bertanya-tanya apakah ganti rugi itu akan diterima oleh Dimas, panggilanya.
Sampai akhirnya muncul berita semalam, D menolak tawaran tersebut. Sungguh sikap yang bijak, demikian pikiran banyak netizen.
Informasi yang dihimpun, seperti penjelasan dari Kasat Lantas Polresta Banyumas, AKP Ryke Rhimadila, peristiwa kecelakaan bermula dari kesalahpahaman. Inilah pangkal kehebohan itu.
“Pada saat kejadian, pengendara CBR memang agak ke tengah. Pengemudi Ayla saat akan menyalip tidak bisa menguasai kendaraan, akhirnya terjadi kecelakaan,” kata AKP Ryke di Kantor Satlantas Mapolresta Banyumas, Jumat (20/11/20).
Ditambahkan, pengendara CBR terseret hingga sekitar enam meter. Akibatnya, D pengendara CBR mengalami patah tulang pada lengan tangan kiri, juga lecet di beberapa bagian tubuh. Sebelum terjadi kecelakaan kedua belah pihak sempat terlibat adu mulut di lokasi lain. “Betul (sempat adu mulut), karena salah paham. Kalau kita mengendarai sepeda motor untuk balancing memang agak digas,” jelas Ryke.
Adu mulut terjadi karena pengendara mobil Ayla menyangka pengendara Ayla sengaja menggeber gas. Sementara sudah menjadi ciri bahwa prototype moge memang bersuara keras. 
Ryke tidak dapat memastikan apakah ada unsur kesengajaan dari pengemudi Ayla yang menabrak pengendara moge. “Saya tidak bisa memastikan, karena penyelidikan sementara distop, karena kedua belah pihak menyepakati berdamai,” ujar Ryke.
A sebagai pengemudi mobil telah meminta maaf dan bersedia memberikan uang ganti rugi kepada pengendara moge sesuai dengan kemampuannya.
Pada Jumat kemarin kedua belah pihak dipanggil oleh Kasat Lantas dalam rangka mediasi.
“Ada kerugian materil dan immateril pengendara moge. Dalam proses mediasi, kesepakatannya pengemudi mobil akan mengganti kerugian sesuai kemampuannya,” kata Ryke.
Namun pengendara motor menolak tawaran pengemudi mobil yang akan menyerahkan mobil dan rumahnya sebagai ganti rugi. Kabar pengendara Ayla akan menyerahkan rumah dan mobilnya sempat viral dan menjadi perhatian publik
“Tapi ditolak. Pengendara moge punya hati nurani, karena pengemudi Ayla baru bekerja di salah satu hotel, orang tua sedang sakit dan istri sedang hamil enam bulan,” terang Ryke.
“Keluarga si penabrak sempat menemui saya di rumah sakit, dia satu-satunya tulang punggung keluarga. Keluarga sangat keberatan jika sampai dipidana,” kata Dimas.
Selain itu, istri penabraknya juga sedang hamil dengan usia kandungan enam bulan. Pada pertemuan itu, ibu dari pengemudi mobil menyampaikan siap menyerahkan mobil dan rumahnya sebagai ganti rugi, asalkan anaknya tidak dipidana. Pasalnya harga moge Dimas jauh lebih mahal dibanding mobil yang dikemudikan A.
“Saya kasihan, itu kan rumah satu-satunya, apalagi yang nabrak kan anaknya, (tapi) ibunya harus kena, istrinya kena, enggak ada tempat tinggal, saya mikir sampai sana,” ujar Dimas.
Dimas mengaku tidak tega apabila kasus tersebut sampai berdampak ke keluarga pengemudi mobil. “Kalau bicara materi, motor bisa diperbaiki, tapi kalau harus menyusahkan atau menyengsarakan keluarga lain kan kasihan. Apalagi saya cuma patah tulang, masih diberi keselamatan oleh Allah,” ujar Dimas.
Dimas berpesan agar peristiwa kecelakaan yang dialami dapat menjadi pelajaran bagi para pengguna jalan. “Ini juga pelajaran buat saya yang menunggangi moge harus hati-hati, karena suaranya kenceng,” kata Dimas. (Ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.