Sumpah Pemuda dan Spirit Persatuan di Masa Pandemi

Oleh : Akmal Nur Abadi

Mahasiswa UIN Walisongo

Bung Karno pernah berkata: Negeri ini, Republik Indonesia, bukanlah milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu kelompok etnis, bukan juga milik suatu adat-istiadat tertentu, tapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke!

Sumpah Pemuda merupakan momentum historis yang mensimbolisasi bersatunya gerakan pemuda dengan mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Peristiwa ini menjadi tonggak utama dalam sejarah pergerakan pemuda di Indonesia. Ikrar Sumpah Pemuda merupakan kristalisasi semangat pemuda untuk melepaskan diri dari belenggu kolonialisme dan penjajahan untuk merebut kemerdekaaan.

Sembilan puluh dua tahun berselang, zaman sudah berubah dan medan perang bangsa ini sudah berganti. Dewasa ini, keutuhan dan persatuan bangsa terancam dengan maraknya berita hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, konflik politik, isu SARA, adu domba dan lain sebagainya. Pemuda sebagai generasi penerus bangsa mau tidak mau harus terlibat aktif menjaga kerukunan dan kedamaian negeri dari segala bentuk konflik dan adu domba.

Menggelorakan Persatuan Kemerdekaan Indonesia atas belenggu penjajah mungkin tidak akan pernah diraih jika pemudanya tidak bersatu. Dalam sejarahnya, Indonesia dapat membebaskan diri dari penjajahan berkat bangkitnya sejumlah pemuda mendirikan organisasi-organisasi kepemudaan nasional. Karena sebelum itu, gerakan pemuda yang muncul hanya bersifat kedaerahan dan tidak satu komando.

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 menjadi saksi sejarah dimana spirit persatuan dan solidaritas pemuda memberikan sumbangsih besar bagi bangsa ini. Sejarah juga mencatat dimana gerakan reformasi 1998 yang menjadi titik balik demokrasi, dipelopori oleh pemuda. Gerakan pemuda selalu terlibat aktif dalam setiap momen besar dalam sejarah bangsa ini.

Di masa pandemi seperti saat ini, spirit persatuan perlu terus digelorakan mengingat masih kerap terjadi konflik dalam masyarakat. Jangan sampai peristiwa dan agenda negeri ini disusupi oleh oknum yang ingin mengadu domba dan memecah belah bangsa.

Baru-baru ini gelombang demonstrasi penolakan Omnibus Law terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tidak ada yang salah dengan demontrasi tersebut, namun masih ditemukan oknum yang memanfaatkan situasi dan membuat keruh suasana sehingga orang-orang yang tidak bersalah menjadi korban.

Aparat kepolisian dan demonstran yang harusnya saling melengkapi malah justru terlibat ketegangan dan kejar-kejaran hingga bentrok fisik. Spirit persatuan harus terus dikedepankan agar tidak terjadi konflik yang merugikan bangsa ini sendiri.

Menghapus Fanatisme Buta

Sumpah pemuda lahir karena adanya ruang-ruang sempit pemikiran kedaerahan dan kesukuan bangsa ini. Dengan menggelorakan semangat sumpah pemuda, kita harus melepas batas-batas kedaerahan, suku, ras, agama maupun oraganisasi demi menjaga keamanan dan kerukunan. Jangan sampai fanatisme kita terhadap suatu kelompok atau tokoh menjadikan kita benci dan skeptis dengan pihak yang berseberangan.

Fanatisme buta terhadap tokoh, kelompok, atau partai politik tertentu, sangat membahayakan persatuan dan kesatuan negeri ini. Fanatisme menjadikan kita tidak mau berpikir rasional dan menjadikan kita mudah diadu domba, diprovokasi, dan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu. Sikap berlebihan kecintaan kepada dukungan politik atau organisasi tertentu telah banyak mematikan hati dan logika dalam menerima objektifitas kebenaran karena tertutup oleh keberpihakan yang berlebihan.

Tanggung Jawab Pemerintah

Di situasi pandemi sekarang ini, pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam menggelorakan persatuan. Peristiwa dan agenda di tengah masyarakat tidak akan pernah habis seiring dengan bergulirnya waktu. Sebagai negara demokrasi, pemerintah harus membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya demi terciptanya demokrasi yang sehat.

Pemerintah juga harus bijaksana, adil, dan seimbang dalam menangani setiap peristiwa dan fenomena yang terjadi. Pemerintah bertanggung jawab untuk menyelesaikan berbagi persoalan negeri akhir-akhir ini sesuai aturan hukum dan undang-undang yang berlaku. Jangan sampai membela salah satu pihak karena akan semakin menimbulkan perpecahan dalam masyarakat semakin membesar dan hilangnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. (*)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.