Polresta Banyumas Ungkap Tindak Pidana Biadab Pencabulan dengan Iming-iming HP dan Uang 50 ribu, di Gentawangi Jatilawang

Polresta Banyumas Ungkap Tindak Pidana Biadab Pencabulan dengan Iming-iming HP dan Uang 50 ribu

JATILAWANG, banyumasnews.com — Polresta Banyumas berhasil mengungkap kasus dugaan tidak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak sebagaimana di maksud dalam pasal 81 dan atau pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

Kasatreskrim Polresta Banyumas AKP Berry, kepada media mengatakan, pengungkapan terjadi pada Senin (05/10/2020) pukul 21.00 wib, dengan menangkap tersangka Eko Kurniawan (40 th) di rumahnya, desa Gentawangi, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas.

 

Menurut AKP Berry, tindak pidana yang dilakukan tersangka terjadi sekitar sebulan lalu, tepatnya pada hari Rabu (09/09/2020) sekitar pukul 23.00 wib di kamar kakak pelapor, yakni di Desa Cikakak Rt 02 Rw 10, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Pelapor adalah Tukinem binti Kaseja (45 thn), seorang ibu rumah tangga, warga Kecamatan Wangon. Sedangkan korban adalah VA (umur 11 th 5 bulan), masih kelas 6 SD, alamat  Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

 

Modus operandi tersangka pencabulan biadab ini, korban yang masih anak-anak disetubuhi oleh tersangka dengan bujuk rayu bahwa sebelum disetubuhi korban akan diberi uang sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) dan setelah disetubuhi korban diancam agar tidak memberitahu kepada siapa-siapa. “Polisi mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) potong baju terusan warna biru, 1 (satu) potong kaos dalem warna putih, 1 (satu) potong celana dalam warna biru muda:, kata AKP Berry.

 

Kronologis kejadian

 

Pada sore hari Rabu (09/09/2020) sekitar pukul 15.30 wib Eko datang ke rumah korban bermaksud untuk memijat kakek korban. Namun sebelum memijat kakek korban Eko mengajak korban dan adiknya pergi jalan-jalan ke sawah. Saat sampai di sawah di desa Desa Cikakak, Wangon, Eko bilang ke korban “yuh melu aku“ (ayo ikut saya) sambil merangkul korban. Saat di tengah sawah itulah tersangka Eko berkata kepada korban “ko pengen hp“ (kamu pengin HP), korban menjawab “pengen“. Lalu Eko menjawab “ya ngko ditukokna“ (ya ntar dibelikan). Pada saat itu, adik korban NABILA bermain sendiri tidak mengikuti korban dan tersangka Eko.

 

Tersangka Eko lalu mengajak korban menuju ke gubug di tengah sawah. Perbuatan bejad Eko dimulai di gubug ini. Sesampai di gubug tengah sawah tersangka Eko langsung duduk, dan menyuruh korban agar duduk di pangkuannya. Tersangka melepaskan celana serta celana dalam korban selutut, kemudian memasukan jarinya ke dalam alat vital korban dan digerakkan maju mundur. Saat itu NABILA berteriak, sehingga tersangka Eko langsung memakaikan celana korban sambil berkata: “aja ngomong mamake angger metu getihe, ngomong bae bar pit pitan“ (jangan bilang ibu kalau keluar darahnya, bilang saja habis sepedaan).

 

Korban, adiknya, dan tersangka pulang. Tersangka memberikan uang kepada korban dan Nabila sebesar Rp. 50.000,- sambil berkata “kieh nggo jajan“ (ini untuk jajan). Sesampai di rumah korban mandi, kemudian bermain, sedangkan tersangka Eko memijat kakek korban. Saat korban sedang bermain, dipanggil oleh ibunya dan mengatakan kalau korban dicari oleh Eko, Korban pun pulang ke rumah, langsung masuk ke dalam kamar. Nah selang tidak lama tersangka masuk ke dalam kamar, menutup dan mengunci pintu kamar, serta mematikan lampu kamar. Tersangka melakukan perbuatan bejadnya berhubungan badan dengan korban.

 

Tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatan bejadnya, pada hari Senin (05 Oktober 2020) polisi  melakukan penangkapan terhadap tersangka Eko Kurniawan alias Eko yan sedang berada di rumahnya, desa Gentawangi, kecamatan Jatilawang.

 

Menurut AKP Berry, pasal yang di sangkakan terhadap pelaku Pasal 81 dan atau pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.