Muhammadiyah Covid-19 Command Center Banyumas Ikut Penanganan Lokasi Karantina

PURWOKERTO, banyumasnews.com — Pandemi Covid-19 masih berlangsung hingga saat ini semenjak Maret, 6 bulan yang lalu. Berbagai usaha dalam menangani Covid-19 dilakukan oleh seluruh unsur masyarakat. Tak terkecuali apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah, melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). Berbagai ikhtiar dilakukan oleh Muhammadiyah dalam pandemi Covid-19 ini.

Kasus positif Covid-19 masih saja terus terjadi dan bertambah di Kabupaten Banyumas. Tercatat pada tanggal 28 September 2020 kasus melonjak secara drastis, ratusan santri di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Banyumas dinyatakan positif Covid-19.

Oleh karena itu, empat tempat karantina langsung dibuka secara serentak oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui BPBD Banyumas. Empat lokasi itu ialah GOR Satria, Pusdiklat Baturaden, wisma Wijayakusuma dan Pondok Slamet.

Menghadapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center Banyumas, untuk penanganan lokasi karantina pasien positif Covid-19. Selain itu, penanganan lokasi karantina juga bekerjasama dengan TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan juga PMI.

Hal tersebut merupakan respon cepat Muhammadiyah dalam penanganan Covid-19 di kabupaten Banyumas, terutama saat kasus positif yang melonjak dengan sangat pesat beberapa waktu lalu.

Koordinator tim MCCC Banyumas, Yahya Nur Abidin, menyampaikan ini merupakan langkah gerak cepat Muhammadiyah terhadap kasus melonjaknya pasien positif Covid-19 di Banyumas. Tim Relawan Muhammadiyah langsung diterjunkan di berbagai lokasi karantina sejak sebelum pasien Covid-19 sampai di lokasi karantina.

“Kami juga ikut menata dan mempersiapkan tempat karantina yang nantinya akan digunakan”, ujar Yahya.

Tak hanya keselamatan pasien saja, namun keselamatan untuk relawan yang bertugas pun harus selalu dipantau. Oleh karena itu, petugas selalu menggunakan APD lengkap dalam setiap menjalankan tugasnya.

Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat di setiap lokasi karantina. Tidak ada orang luar selain petugas yang diperbolehkan masuk ke lokasi karantina. “Di sini penjagaan sangat ketat, protokol kesehatan diterapkan dengan sangat profesional, hal ini bertujuan agar Covid-19 ini segera menghilang dan pasien bisa segera sembuh dan pulang kerumah masing-masing” ujar Yanuar, relawan MCCC Banyumas.

Dengan adanya kasus tersebut, diharapkan menjadi pelajaran yang teramat sangat penting bagi seluruh unsur di Kabupaten Banyumas.  “Ini pelajaran yang sangat berharga untuk kita, semoga kasus ini cepat selesai dan semua yang dikarantina sembuh dan pulang kerumah masing-masing”, pungkas Yahya. (jnd/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.