Yayasan Ta’alumushshibyan Galuhtimur Budidaya Kelengkeng, Hasilnya untuk Pengembangan Madrasah Diniyah

Drs Muhaemin (baju merah) Ketua Yayasan Ta’alumushshibyan melakukan penanaman perdana kelengkeng

TONJONG, banyumasnews.com — Yayasan Ta’alumushshibyan Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memulai penanaman perdana bibit kelengkeng di lahan tanah wakaf seluas 2 ha di dusun Dukuhtengah, desa Galuhtimur, Tonjong, Brebes, pada Minggu (4/10/2020). Sejumlah 121 bibit ditanam pada penanaman perdana ini, dari rencana 541 bibit pohon kelengkeng jenis new crystal.

Budidaya kelengkeng itu kerjasama yayasan dengan investor agrobisnis dan penggarap tanah wakaf yang sudah menggarap lahan tersebut selama puluhan tahun, namun dengan cara pertanian yang tradisional. Budidaya kelengkeng secara modern diharapkan dapat meningkatkan produktifitas lahan wakaf dari keluarga kaya di Bumiayu itu.

Penanaman kelengkeng perdana dilakukan setelah acara Ngaji Tani Percepatan Penyerapan KUR, bertema Bertani Kelengkeng Meraih Sukses Masa Depan bersama Gus Rochim dan Nur Budi dari Direktorat Pembiayaan Pertanian Kementrian Pertanian pusat Jakarta. Turut hadir offtaker Imadudin dari HIPMI pusat, Manager Pemasaran BRI Kanca Bumiayu, perwakilan keluarga muwakif, para pegiat budidaya kelengkeng di Brebes dan petani penggarap serta masyarakat sekitar.

Gus Rochim (berdiri) memberi tausiyah tentang KUR Pertanian

Drs Muhaemin, Ketua Yayasan Ta’alumushshibyan, mengatakan budidaya kelengkeng merupakan inovasi dari pengurus untuk lebih mengoptimalkan hasil pertanian dari tanah wakaf tersebut, dimana sesuai amanat muwakif hasil dari pertanian lahan tersebut ditujukan khususnya untuk kesejahteraan guru-guru madrasah diniyah, guru-guru ngaji, dan umumnya untuk pengembangan pendidikan agama Islam di desa Galuhtimur.

“Nantinya hasil panen kelengkeng akan dibagi untuk yayasan, investor dan penggarap berdasarkan kesepakatan bersama (MOU) yang sudah disepakati. Khusus bagi hasil untuk yayasan, akan digunakan untuk kesejahteraan guru madrasah, guru ngaji, dan menunjang sarana prasarana madrasah serta operasional yayasan”, lanjut Muhaemin.

Bahkan, tambahnya, jika hasil panen baik dan melimpah diharapkan nantinya bisa menggratiskan SPP madrasah diniyah dan operasional madrasah sepenuhnya ditanggung yayasan. “Itu harapan kami sebagai pengurus yang diamanati untuk mengelola tanah wakaf ini”, sambungnya.

Untuk diketahui, yayasan Ta’alumushshibyan membawahi 5 madrasah diniyah (sekolah khusus agama sore hari) yang tersebar di dukuh Karangasem, Dukuhtengah, Makamdawa, Ketabasa, dan Kalirau. Kekayaan yayasan berupa tanah pertanian seluas kurang lebih 13 ha yang merupakan wakaf dari tokoh pengusaha kota Bumiayu, yang sudah diwakafkan sejak tahun 1950an.

“Diharapkan dengan inovasi pertanian secara modern dapat pula membantu pengembangan pertanian di Galuhtimur”, pungkas Muhaemin. (Ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.