Melaksanakan Penilaian Kinerja Guru Secara Nyata

Titik Widajati, SPd, MPd.

SEORANG  guru profesional akan bekerja sepenuh hati melaksanakan semua kewajibannya dengan sebaik-baiknya. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya akan memenuhi standar pekerjaan yang terukur dan terarah. Oleh karena itu kepala sekolah berkewajiban menilai hasil pekerjaan itu. Pekerjaan ini dikenali dengan melakukan penilaian kinerja guru untuk menjamin terlaksananya hak dan kewajiban guru di sekolah.

Penilaian Kinerja Guru (PKG) adalah penilaian dari tiap butir tugas utama guru dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Hal ini diatur alam Permen PAN-RB Nomor 16 tahun 2009. Setidaknya ada tiga manfaat dilaksanakannya PKG yaitu menilai kemampuan guru dalam menerapkan semua kompetensi dan keterampilan yang diperlukan pada proses pembelajaran, menghitung angka kredit yang diperoleh guru atas kinerja pembelajaran dan tugas tambhhan yang relevan, serta  menentukan berbagai kebijakan yang terkait dengan  penigkatan mutu dan kinerja guru.

Menurut Syawal Gultom (2015), Kepala Badan PSDMPK dan PMP Kemdikbud PKG yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pembelajaran bagi guru mata pelajaran meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan menilai, menganalaisis hasil penilaian dan melasanakan tindak lanjut hasil penilaian dalam meneapkan 4 domain kompetensi guru. Keempat kompetensi tersebut adalah pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang teruraikan menjadi 14 indikator guru mapel dan 17 indikator guru BK. Inilah yang harus dinilai secara menyeluruh khususnya pada guru di jenjang pendidikan SMP

Pelaksanaan PKG adalah sekali dalam setahun denngan cara pengamatan dan pemantaua. Pengamatan dilakukan pada akhir waktu sedangkan pemantauan dilakukan sepanjang tahun. Hasil PKG merupakan bagian  capaian ssaran kerja pegawai (SKP) dan dilaksanakan dengan sistem paket. Ada dua hal yang perlu dipersiapkan yakni pedoman PKG dan instrumen PKG yang terdiri dari tiga unsur yakni penilaian pebelajaran guru mapel, guru BK, dan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah.

Penulis sebagai kepala di SMP Negeri 2 Purbalingga mencoba menerapkan penilaian terhadap guru tersebut secara formatif dan sumatif. Langkah-langkah sesuai protap yakni merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan, dan tindak lanjut dengan melibatkan pengawas pembina sekolah serta suatu saat juga mendelegasikan kepada guru senior untuk menilai para yuniornya secara profesional dan proporsional. Instumen-intrumen benar-benar diisi secara nyata dengan apa yang dapat direkam selama kegiatan pemantauan dan pengamatan sehingga diharapkan diperoleh hasil yang valid.

Penggunaan hasil PKG adalah berkaitan dengan Penilaian Angka Kredit (PAK) guru, di mana setiap guru PNS diwajibkan melaporkan angka kredit yang diperoleh setiap tahunnya. Jika dalam kurun waktu tertentu jumlah poin secara komulatif telah memenuhi syarat maka selanjutnya digunakan sebagai syarat Kenaikan Pangkat (KP).

Selain itu nilai PKG digunakan juga sebagai dasar pembuatan penilaian atas SKP untuk tahun berjalan yang diperoleh selama masa penilaian satu tahun yakni 1 januari sampai dengan 31 Desember. Jadi boleh dikata PKG yang dilakukan secara nyata atau transparan dan akuntabel maka dapat memberikan profil atau gambaran yang senyatanya dari pendidik tersebut.

Kepala sekolah merasa nyaman dengan keadaan nyata yang berkecenderungan mereka adalah tersebut sebagai pegawai yang baik atau pada umumnya. Dengan melakukan PKG secara teratur dan berkelanjutan maka dapat dipantau bagaimana  kinerja pegawai yang bersangkutan dan kelanjutan atas kariernya. (Titik Widajati, SPd, MPd –   Kepala SMP Negeri 2 Purbalingga)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.