Kapolda Jateng Sebut Sikap Intoleransi Pemicu Konflik Di Masyarakat

PURWOKERTO, BanyumasNews.com –  Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Ahmad Luthfi, S.H., mengajak masyarakat untuk agar menghargai satu sama lain dan menghilangkan perasaan intoleransi. Sikap intoleransi menjadi salah satu pemicu konflik dalam masyarakat.

“Intoleransi apabila dibiarkan akan memicu sikap radikalisme dan berujung pada perbuatan terorisme. Maka, mari kita bersikap toleransi agar masyarakat senantiasa damai sentosa, ” ajak Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menghadiri silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama di Mapolres Banyumas, Senin (24/8).

Kapolda Jateng berkunjung ke Banyumas bersama Maulana Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya.

Hal senada disampaikan Bupati Banyumas, Achmad Husein. Intisari dari kebhinekaan adalah kemampuan menghargai adanya perbedaan dengan mengedepankan sikap toleransi. “Mari kita saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” kata Achmad Husein.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua FKUB Banyumas KH. Mohammad Roqib mengungkapkan, berdasar survei dari Fakultas Ilmu Sosial Politik Unsoed menyebutkan tingkat kerukunan yang ada di Kabupaten Banyumas sekitar 93 persen.

“Di Banyumas forum kerukunan umat beragama melakukan proses kaderisasi melalui FKUB yang memiliki forsa yaitu kader-kader yang pernah dilatih, ” kata Ketua FKUB Banyumas KH. Mohammad Roqib.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya mengatakan dengan menjaga persatuan dan kesatuan maka bangsa dan negara Indonesia akan semakin kokoh dan kuat. Serta tidak mudah digoyahkan oleh para pengacau.

“Kita harus semakin kokoh menjaga bangsa ini. Karena semakin menjaga persatuan dan kesatuan, negara kita akan sulit diruntuhkan oleh para pengacau NKRI,” kata Maulana Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya.

Maulana Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya mengingatkan khalayak agar tidak mudah tergoyahkan dengan iming-iming apapun, juga agar tak ada pihak yang mencoba-coba menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Dalam menghadapi tahun politik ini, bangsa Indonesia harus tetap memiliki prinsip yang kuat,” ujarnya. (Tgr)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.