Hadapi Covid-19, KKN Banyumas 20 FEB UMP Optimalisasi UMKM Melalui Internet Marketing

Kegiatan KKN Banyumas 20 FEB UMP di Somagede

Hadapi Covid-19, KKN Banyumas 20 FEB UMP Optimalisasi UMKM Melalui Inovasi dan Internet Marketing

PURWOKERTO, banyumasnews.com –Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Banyumas 20, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto (FEB UMP) melakukan pengabdian di wilayah Somagede selama 1 bulan.

Dengan Dr. Eko Hariyanto, M.Si., Ak., CA., CPA., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), KKN Banyumas 20 berhasil menerapkan berbagai macam inovasi dan strategi internet marketing sebanyak 4 mitra UMKM di wilayah Somagede.

Salah satunya Karya Batok, yang beralamatkan di Desa Sokawera RT 05/04. UMKM yang dikelola oleh Sepri ini bergerak di bidang kerajinan batok kelapa. Produk tersebut dibuat ke dalam bentuk tempat pakan ayam, handicraft tempurung, alat rumah tangga, accessories, art design, dan kopra. Tidak hanya itu saja, limbah batok kelapa juga dimanfaatkan menjadi arang aktif yang begitu bermanfaat.

Kemudian Sagon Ana Rasa, yang beralamatkan di Desa Somagede RT 02/06. UMKM yang dikelola oleh Sukirwan ini bergerak di bidang olahan kelapa menjadi produk sagon, salah satu makanan khas Banyumas.

KKN Banyumas 20 mencoba melakukan inovasi terhadap kemasan sagon. Biasanya menggunakan plastik, inovasi menggunakan standing pouch yang lebih aman dan praktis.
Tidak hanya itu saja, logo produk juga diinovasikan menjadi gambar yang lebih modern. “Kemasan ini sangat menarik mbak, produknya jadi lebih aman dan praktis,” ujar Sukirwan (45).

Ada pula UD Al Barokah yang beralamatkan di Desa Somagede RT 02/04 yang dikelola oleh Djadi, bergerak di bidang furniture. Produknya seperti lemari, gazebo, set meja kursi, meubelair, ranjang tempat tidur, dan lain sebagainya.

Dalam melakukan kegiatan produksi, terdapat limbah serbuk kayu yang tidak digunakan. Dari situ, Kelompok KKN Banyumas 20 mengolah limbah tersebut menjadi hal yang bermanfaat, sebagai campuran pupuk organik.

Limbah tersebut dicampur dengan pupuk kandang dan tanah liat, selanjutnya dimasukkan ke dalam pot atau polybag. Inovasi ini terbukti cukup efektif mengurangi limbah dan bermanfaat bagi kesuburan tanaman.

Yang tak kalah menarik Gula Kristal Sekar Mancung. Beralamatkan di Desa Kemawi RT 01/04, UMKM yang dikelola oleh Teguh Paryono ini bergerak di bidang olahan gula merah menjadi gula kristal. Gula kristal diketahui sangat kaya akan manfaat.

Dari sebelumnya bentuk olahan gula kristal dikemas menggunakan paper sack isi kurang lebih 25 kg, Kelompok KKN Banyumas 20 melakukan inovasi dengan kemasan yang lebih ekonomis menggunakan standing pouch.

Dari keempat mitra tersebut, KKN Banyumas 20 juga gencar melakukan edukasi keuangan dan pembuatan media sosial Instagram. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah mendorong UMKM menuju era society 5.0 yang serba digital.

Tidak hanya itu saja, Kelompok KKN Banyumas 20 yang diketuai oleh Candra Yovitasari dan Ika Syafiah Nur’aini sebagai Sekretaris, juga gencar memberikan edukasi mengenai kesehatan. “Di sini kami melakukan sosialisasi kepada mitra, agar mereka bersiap untuk menghadapi situasi sulit seperti sekarang ini,” ujar Candra Yovitasari (21).

Di lain sisi, KKN Banyumas 20 juga melakukan edukasi kesehatan kepada seluruh mitra dan masyarakat sekitar, seperti halnya sosialisasi adaptasi kebiasaan baru (new normal), edukasi tata cara mencuci tangan, hingga pembagian masker kepada masyarakat.

“Selain itu, kami gencar melakukan sosialisasi mengenai kesehatan, seperti halnya perilaku gaya hidup sehat,” ujar Ika Syafi’ah Nur’aini (21). (*/pad)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.