Relawan Bersihkan Sampah Kali Longkrang, 10 Ton Lebih Sampah Terangkat

Relawan dari berbagai komunitas membersihkan sampah di bawah jembatan Kali Longkrang Karangjongkeng Tonjong (Foto: Elvin Kristian)

TONJONG, banyumasnews.com — Lebih dari 10 ton sampah berhasil dibersihkan dari tumpukan sampah yang telah bertahun-tahun menggunung di bawah jembatan Kali Longkrang, desa Karangjongkeng, Tonjong, Brebes. Gerakan pembersihan dilakukan oleh lebih dari 300 warga Karangjongkeng dan relawan dari berbagai komunitas dan instansi, yang dimulai pada Sabtu (15/8/2020) pagi.

Menurut Elvin Kristian, aktifis Tonjong, relawan yang terlibat berasal dari Koramil Tonjong, Relica Tonjong, Tonjong Ijo Royo Royo, Green Forces, Relawan Gunung Slamet, Wipala Winduaji, Mahapala Bumi Univ Peradaban Bumiayu, Mapala Sakti STMIK MPB Paguyangan, GP Ansor PAC Tonjong, Satkoryon Banser Kecamatan Tonjong, Karang Taruna Kecamatan Tonjong, Hisbul Wathon Bumiayu, Saba Alas Galuh Timur, Padepokan Melati Seronce Galuh Timur, Ghestur Kalijurang, BPBD Kabupaten Brebes, UPTD Lingkungan Hidup Bumiayu. “Mereka tumplek di lokasi jembatan Kali Longkrang Karangjongkeng untuk membersihan puluhan ton sampah yang menggunung”, kata Elvin.

Ditambahkan, kegiatan ini perlu dilakukan ratusan orang karena banyaknya sampah yang berserakan dan sudah menggunung.
“Harapannya adalah agar di waktu mendatang masyarakat luas semakin sadar tentang kebersihan lingkungan sekitar. Sadar atas dampak yang tidak baik dari sampah terhadap kesehatan dan kehidupan manusia”, lanjutnya.

Gunungan sampah di Kali Longkrang yang harus dibersihkan

Kegiatan ini diprakarsai oleh Pemuda Pemudi KarSel, Perpustakaan Pojok Desa yang melakukan kerja sama aktif dengan pihak PemDes Karangjongkeng, dengan tema Gagah Kaliku (Garuk Garuk Sampah Kali Longkrang Ku).

Kegiatan dilakukan selaligus dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional dan HUT RI yang ke 75. Sampah yang terangkut berjumlah lebih dari 10 mobil dump truck milik UPTD LH Bumiayu, yang kemudian membuang sampah tersebut ke TPA Kalijurang.

Karena banyaknya sampah, hingga giat berakhir Minggu sore, masih menumpuk sampah yang memang dibutuhkan berkali-kali kerja bhakti. “Dan ini kami harapkan untuk bisa dilakukan secara bertahap oleh warga sekitar”, tambah Elvin lagi.

Sampah menjadi persoalan di banyak tempat baik di pedesaan maupun perkotaan. Selain kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan, di sisi lain tempat pembuangan sampah juga masih minim. Juga belum adanya upaya pengolahan sampah secara maksimal. (*/Pad)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.