Anak Punk Melahirkan di Semak-semak Paguyangan

 

Bocah punk berusia 16 tahun melahirkan bayi di semak-semak (ist)– 

PAGUYANGAN, BanyumasNews.com — Anak punk melahirkan bayi laki-laki di semak-semak gegerkan warga. Pergaulan bebas anak-anak punk berakibat hubungan seks bebas antar mereka berujung kehamilan. Sepasang bocah punk terpaksa harus melahirkan bayi tak berdosa di semak-semak belukar desa Paguyangan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes pada Sabtu malam pekan lalu (9/8/20).

Bocah punk ini melahirkan tanpa bantuan medis sampai mendapat pertolongan dari petugas Puskesmas dan Babinsa Koramil setempat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kejadian itu diketahui warga Desa Paguyangan yang kemudian melaporkan ke piket Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes. Anggota Babinsa Serda Sugeng Widodo yang sedang bertugas piket jaga menerima laporan tersebut dan segera menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Dari laporan salah satu warga saya mendapatkan informasi bahwa ada sepasang anak jalanan atau anak punk sedang berada di semak belukar, di perkebunan milik warga sekitar pukul 18.30 Wib, dalam keadaan bersimbah darah. Kemudian kami bergegas cepat melakukan koordinasi dengan pihak Polsek dan Puskesmas Paguyangan meluncur ke TKP”, kata Sugeng Widodo.

Setiba di TKP bersama petugas Puskesmas langsung melakukan pemeriksaan dan didapati ada bocah punk sudah melahirkan, yang ditemani ‘pasangannya’. “Untungnya kondisi bayi yang baru lahir dalam keadaan selamat, namun tali pusernya masih belum terputus”, sambung Sugeng.

 

Petugas Puskesmas langsung melakukan pemotongan tali puser, dan segera membawa bocah punk bersama bayinya ke Puskesmas untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

 

Dari pemeriksaan surat-surat yang dibawa kedua bocah remaja punk oleh Serda Sugeng, diperoleh keterangan sepasang anak punk wanita yang melahirkan berinisial TCEL, usia 16 tahun, beramalat di Desa Cindaga Blumbungan RT 04 RW 01 Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Sedangkan remaja laki-laki bersinisial BBP, usia 17 tahun, berasal dari Desa Ujungrusi RT 19 RW 02 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Berita bocah punk itu menjadi viral di media social Facebook dan grup-grup WhatsApp. Sebuah peringatan bagi orang tua untuk tidak sampai anak-anaknya terjerumus ke pergaulan bebas. (Ist)

(Ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.