Malaria dan Bandoengsche Kinine Fabriek, Cikal Bakal Kimia Farma

Iklan Obat Malaria berbahasa Jawa

MALARIA dan BANDOENGSCHE KININE FABRIEK

Oleh Iman Nurtjahjo

Saya menemukan iklan obat malaria ini sangat unik, menggunakan tulisan aksara Jawa (hanacaraka) yang untuk ukuran sekarang susah dimengerti. Hanya tulisan di bawah “Bandoengsche Kinine Fabriek” itulah yang membantu bahwa iklan tersebut menawarkan obat kinina anti malaria.

Kini, momok yang menakutkan adalah Corona, karena virusnya amat mematikan. Namun di abad ke-19, tersebar sebuah penyakit mematikan di Batavia (sekarang Jakarta) yang membuat orang Eropa menjadi korban, yakni Malaria. Saking banyaknya korban berjatuhan dulu Batavia sempat dijuluki “Het Graf van Het Oosten” atau kuburan dari negeri timur.

Saat itu diketahui kalau kulit pohon kina adalah obat terampuh untuk menyembuhkan penyakit malaria.

Karena itu pada tahun 1851, Ch. F. Pahud yang menjabat sebagai Menteri Jajahan Seberang Lautan Belanda mengusulkan Franz Wilhelm Junghuhn untuk membudidayakan kina di Jawa.

Pemerintah Hindia Belanda pun mendirikan pabrik kina bernama Bandoengsche Kinine Fabriek NV, pada tanggal 28 Juli 1986, berlokasi di batas barat Bandung.

Pada awalnya pemerintah kolonial mengelola pabrik ini. Lalu, pada tahun 1939, pengelolaan pabrik diserahkan kepada Indische Combinatie Voor Chemische Industrie (Inschen).

Perang Dunia II meletus, Jepang mengambil alih pabrik itu dan namanya dirubah menjadi Rihuyun Kinine Seizoskyo. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada tahun 1945, pabrik kina diambilalih oleh Bandoengsche Fabriek NV. Setelah 10 tahun beroperasi pabrik ini diserahkan kepada Combinatie Van Chemische Industrie, November 1954.

Setelah pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda di Indonesia pada tahun 1958, pabrik ini jatuh ke tangan Indonesia, nama pabrik pun dirubah kembali menjadi Perusahaan Negara Farmasi dan Alat Kesehatan Bhinneka Kina Farma, Juli 1960.

Pada tahun 1971, pabrik ini pun berubah nama lagi menjadi PT Kimia Farma. Walaupun tak lagi membuat obat kina pabrik ini masih beroperasi hingga sekarang. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.