Bank Jateng Setor Dividen Ke Pemkab Banjarnegara Rp 14,1 Miliar

BANJARNEGARA, BanyumasNews.com – Bank Jateng telah menyetorkan deviden sebesar Rp 14,160 miliar kepada Pemkab Banjarnegara. Setoran dividen itu karena Pemkab Banjarnegara memiliki saham di bank tersebut. “Untuk pendapatan daerah dari saham yang ada di Bank Jateng, Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2019 mendapat dividen sebesar Rp 14,160 miliar, yang masuk ke rekening kas umum daerah,” kata Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Bank Jateng, Ony Suharsono, Selasa (14/7).

Ony Suharsono mengungkapkan hal tersebut saat acara ramah tamah Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, para kepala OPD dengan jajaran direksi Bank Jateng di Pendapa Dipayuda Pemkab Banjarnegara.

Dibagian lain Ony Suharsono mengatakan, Bank Jateng terus berupaya meningkatan pelayanan antara lain dengan peningkatan pelayanan melalui sistem internet banking. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, layanan internet banking sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern yang mengiringi aktivitas sehari-hari. Karena hampir semua kegiatan yang dulunya dilakukan secara offline, kini dapat lebih mudah dilakukan secara online dengan menggunakan laptop, tablet bahkan ponsel.

“Fasilitas internet banking memberikan kemudahan salah satunya nasabah tidak perlu pergi ke bank atau ATM untuk bertransaksi, kecuali tarik tunai. Selain itu, Internet Banking Bank Jateng memiliki fasilitas seperti informasi rekening, informasi mutasi, melakukan transfer uang non tunai, dan pembayaran aneka  tagihan bulanan,”  kata Ony Suharsono.

Ony Suharsono menambahkan, kini dengan fitur baru yang terintegrasi, bahkan nasabah tidak perlu membawa kartu ATM jika mau ambil dana, cukup dengan kode yang terverivikasi dan uang bisa diambil di ATM.

Sementara itu Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, meminta manajemen Bank Jateng dapat meningkatkan penyaluran kredit khususnya kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten  Banjarnegara. “Dari data yang ada, baru 49 persen pegawai Pemkab Banjarnegara yang memanfaatkan fasilitas pinjaman di Bank Jateng, 21 persen di Bank BUMD serta 20 persen masih berada di bank lain,” kata Budhi Sarwono.

Budhi Sarwono berharap, angka yang 20 persen di bank lain, bisa segara dipindah ke Bank Jateng, karena keuntungan yang diperoleh Bank Jateng itu akan kembali ke daerah dalam bentuk dividen untuk pembiayaan pembangunan. (Tgr)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.