Duhh…Gara-gara Warisan, Warga Kebumen Tega Aniaya Ibu Kanddung Hingga Tewas

KEBUMEN, BanyumasNews.com – Hartoyo (37) warga Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen tega menganiaya ibu kandungnya, Sandiyah (83) hingga meninggal dunia.  Tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan polisi Polres Kebumen.

Perbuatan tersangka Hartoyo dilakukan karena mengaku geram kepada korban, lantaran korban tidak mau merubah surat perjanjian yang dibuat keluarga pada 2015 silam. Surat perjanjian itu terkait warisan.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan dalam keterangan tertulis yang dikirimkan kepada BNC, Jum’at (10/7) sore mengungkapkan, surat perjanjian yang dimaksud adalah tersangka pernah menjual tanah keluarga seluas 30 ubin senilai 45 juta Rupiah. “Dengan dirubahnya surat perjanjian itu, tersangka berharap mendapatkan warisan lagi di kemudian hari. Namun saat diminta untuk diubah, korban menolak yang membuat tersangka marah,” kata  AKBP Rudy.

Kepada polisi tersangka mengaku, melakukan penganiayaan dengan cara melempar botol minuman soda yang berisi air mengenai tepat di pelipis korban. Setelah korban merasa kesakitan, tersangka makin menjadi melakukan pemukulan pada bagian wajah, menarik tubuh korban dan mendorongnya hingga terpental.

Dari peristiwa itu, Ibu yang seharusnya diperlakukan dengan lemah lembut oleh anaknya terjatuh membentur tiang rumah, hingga kakinya patah serta kepala mengalami luka serius. Korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Kebumen, namun akhirnya meninggal dunia.

Dihadapan Kapolres Kebumen, tersangka mengaku menyesal telah menganiaya ibunya hingga meninggal.

Bayang-bayang ingin merubah surat perjanjian keluarga selalu timbul jika tersangka bertemu dengan kakaknya yang nomor dua. Menurut tersangka, surat perjanjian keluarga adalah idenya kakak nomor dua.

Kini akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 44 Ayat (2) atau Pasal 44 Ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Berdasarkan catatan Polres Kebumen tersangka 3 kali berurusan hukum. Sebelum kasus ini, tersangka pernah melakukan penganiayaan kepada saudaranya hingga mengakibatkan luka serius pada bagian perut setelah ditusuk senjata tajam pada tahun 2018 silam.

Tersangka saat itu divonis 3 tahun penjara, sehingga harus menjalani hukuman dari tahun 2018 sampai dengan 2021. Namun karena program asimilasi, tersangka bisa bebas setahun lebih awal pada tahun 2020. (Tgr)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.