Harganas Banyumas 2020 Layani 5000 Lebih Akseptor KB

Harganas 2020, DPPKBP3A Berikan Pelayanan KB Serentak kepada 5732 Akseptor

PURWOKERTO, BanyumasNews.com — Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-27 Tahun 2020, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Banyumas berhasil manangani pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak kepada 5.732 akseptor. Kegiatan tersebut dalam mendukung pelayanan satu juta akseptor peringatan Harganas tingkat nasional.

Bupati Banyumas Achmad Husein saat mencanangkan gerakan KB serentak Senin (29/06/2020) di Pendopo Sipanji mengatakan peringatan Harganas dimaksudkan untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Menurutnya, dampak dari pandemi corona tidak hanya berimbas pada masalah kesehatan saja, namun telah merambah pada hampir semua sektor kehidupan, termasuk berdampak pada pelaksanaan program keluarga berencana. Diindikasikan pada saat ini ada pengguna kontrasepsi tidak yang drop out karena ada ketakutan dalam pelayanan KB.

“Oleh karena itu, pelayanan KB serentak ini menjadi strategis karena dapat meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas, meningkatkan komitmen pemerintah pusat, daerah serta mitra kerja tentang program keluarga berencana, serta tercapainya kinerja program bangga kencana (program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana) dalam upaya peningkatan kesertaan ber-KB, meningkatkan capaian peserta KB baru, dan menjaga keberlangsungan pemakaian kontrasepsi,” katanya.

Bupati berharap acara ini bukan hanya acara seremonial saja, ia mengajak kepada semua pihak untuk bisa menjadi pelopor dan pendorong bagi masyarakat untuk tetap melakukan KB untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera.

“Saya juga meminta kepada DPPKBP3A dan Petugas KB-nya untuk memberi pengertian kepada para pria agar mau ber KB. Jangan perempuan saja yang jadi obyek, saya sudah mencontohkan 4 tahun lalu, ternyata badan lebih sehat dan menurut istri saya lebih kuat,” katanya.

Plt Kpala DPPKBP3A Kabupaten Banyumas Dwi Mulyatno mengatakan dilaksanakannya pelayanan serentak sejuta akseptor adalah agar kebutuhan akan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur bisa terpenuhi guna melindungi kehamilan yang tidak diinginkan atau kehamilan yang beresiko karena pandemi Covid-19. Selain itu juga ada kekhawatiran terjadinya Baby Boom karena banyak ibu hamil.

“Pada Harganas target nasional satu juta akseptor, target Jateng 147.654 dan Banyumas menargetkan 4.736 akseptor dengan perincian IUD/Implan 1.108 Suntik 768 pil/kondom 2.859,” katanya.

Target itu terlampai karena sampai akhir kegiatan akseptor mencapai 5.732 dengan perincian IUD 604 Akseptor, kondom 646, implant 1.590, suntik 1.566 dan Pil 1324 serta 1 orang MOP. Ada akseptor pria dengan metode MOP yaitu Camat Kemranjen Dwi Iwaran Sukma. Meski bukan progran utama pada Harganas ini menurut Mulyatno, Camat Kemranjen mengikuti jejak Bupati Banyumas Achmad Husein dan Nungky Harry Rachmat saat itu Camat Sumbang yang juga mengikuti KB dengan metode MOP. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.