Mahasiswa KKN UNS Edukasi Warga Buat Handsanitizer dari Daun Sirih

 

Handsanitizer dari daun sirih

Farihun Ni’mah, mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), yang sedang menjalani KKN UNS Relawan Covid-19 di Grumbul Tipar, RT 2 RW 5, Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, melakukan edukasi kepada warga setempat tentang pencegahan covid-19, salah satunya membuat handsanitizer dari bahan herbal daun sirih.

KKN atau Kuliah Kerja Nyata dilaksanakan secara individu di tempat tinggal masing-masing, mengingat merebaknya virus Corona belakangan ini. Pelaksanaan KKN dimulai sejak awal Mei hingga pertengahan Juni 2020 ini.

“Tema yang saya ambil adalah supporting pemahaman masyarakat terhadap Covid-19. Tema itu saya ambil karena di lingkungan saya masih banyak warga yang kurang paham dengan bahaya Covid-19 dan bagaimana cara menyikapinya,” tutur Farih, sapaan akrabnya.

Dalam menjalankan KKN, Farih menyusun beberapa program kerja guna meningkatkan pemaham masyarakat terkait Covid-19. Diantaranya adalah pemasangan banner kampanye pakai masker, pemasangan pamflet tentang Covid-19, pembagian leaflet tentang PHBS di masa pandemi, pembuatan video tutorial membuat desinfektan, sosialisasi online tentang social distancing, update kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas, serta pemberian edukasi terkait Covid-19 kepada warga melalui daring.

Ia memanfaatkan media sosial berupa Instagram dan WhatsApp untuk menyukseskan program kerjanya.
Tak hanya itu, ia juga mengadakan pelatihan membuat hand sanitizer alami berbahan dasar daun sirih kepada ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya.

Farih memberikan penyuluhan cara membuat handsanitizer dari daun sirih kepada ibu-ibu Grumbul Tipar, Pekuncen

Pelatihan membuat hand sanitizer dari daun sirih.

“Daun sirih memiliki kandungan etanol yang dapat menggantikan alkohol sebagai bahan membuat hand sanitizer. Sebelumnya saya telah melakukan riset dari jauh hari untuk mengetahui apa kandungan daun sirih dan bagaimana cara membuat hand sanitizer dari daun tersebut,” ujarnya.

Pelatihan dilakukan di rumahnya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Seluruh peserta pelatihan mengenakan masker selama kegiatan. Hand sanitizer hasil pelatihan bisa dibawa pulang oleh peserta pelatihan dan sisanya dibagikan ke warga sekitar. (*/pad)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.