Dewi Group Bagikan Ratusan Paket Beras Ke Tukang Becak Dan Tukang Parkir

PURBALINGGA, BanyumasNews.com –  Pengusaha Dewi Group membagikan 500 paket beras kepada tukang becak dan tukang parkir yang beroperasi di wilayah Purbalingga. Pembagian paket beras tersebut sebagai bentuk kepedulian dari Dewi Group di tengah pandemi Covid-19.

Pemilik Dewi Group, Theo Budi Setiwan mengatakan tujuan pembagian paket beras tersebut ingin menggugah pengusaha-pengusaha di Purbalingga untuk menyisihkan sedikit rejekinya untuk masyarakat Purbalingga yang terdampak Covid-19. Rencananya, pembagian paket beras akan dilakukan kembali dengan sasaran yang berbeda.

“Hari ini 500 paket beras yang dibagikan, per paket beras berisi 5 kg beras. Untuk sasarannya ke tukang becak dan tukang parkir. Setelah itu besok ada rencananya akan ada pembagian paket beras lagi sejumlah 500 paket,” kata Theo, saat ditemui usai membagikan beras di wilayah kota, Kamis (14/5).

Selain paket beras, Dewi Group juga membagikan masker kepada tukang becak dan tukang parkir. Pembagian masker ini bertujuan untuk mencegah penularan virus corona, apalagi tukang parkir dan tukang becak bekerja di luar ruangan dan kontak langsung dengan masyarakat.

“Semoga paket beras dan masker yang kami bagikan ini bermanfaat bagi mereka (tukang becak dan tukang parkir, red),” ujarnya.

Ia juga menuturkan sasaran pembagian paket beras tidak hanya untuk tukang parkir dan tukang becak saja. Ia juga membagikan paket beras untuk warga di lingkungan sekitarnya yakni di RW 3 Purbalingga Wetan.

“Ini murni kepedulian sosial, kami juga membagikan paket beras di lingkungan kami di RT 1,2, 3/RW 3 Purbalingga Wetan terutama bagi mereka para lansia, nanti juga menyusul untuk tukang sapu dan paguyuban PKL di Purbalingga Food Center,” terangnya.

Suradi, salah seorang tukang becak di sepanjang Jl. Komisaris Noto Sumarsono mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Dewi Group. Ia merasa terbantu dengan adanya bantuan tersebut apalagi sehari-hari pendapatan yang ia dapatkan dari mengais becak tidak menentu.

“Penghasilan hari ini kosong, gak ada tarikan, satu hari kadang satu kali dapatnya kadang Rp 5.000, – atau Rp 10 ribu. Kalau gak ada penumpang ya disyukuri saja,” ungkap Suradi yang sudah 20 tahun menjadi tukang becak. (Tgr)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.