Tempo Doeloe: VESPA KONGO

Vespa Kongo

Tempo Doeloe : VESPA KONGO

“Lebih Baik Naik Vespa”. Mungkin generasi 1990-an agak samar-samar mendengar slogan ini. Tetapi generasi 1960 – 1970-an akan lebih paham karena sering muncul di Televisi Nasional TVRI atau di bioskop-bioskop sebelum pemutaran film utama.

“Lebih Baik Naik Vespa” merupakan slogan yang diinisiasi oleh Nurhadi, seorang pengusaha biro periklanan pada tahun 1960-an. Slogan inilah yang berhasil “mendongkrak” penjualan Vespa di Indonesia.

Piaggio Vespa diimpor ke Indonesia pertama kali pada tahun 1960-an atau sekitar 19 tahun sejak Vespa pertama kali diperkenalkan ke dunia.
Proses impornya dulu dilakukan oleh PT Gunung Slamet (GS),
The East Asiatic Company dan beberapa nama lain.

Mereka mengandalkan 2 produk inti hingga memasuki era 1970-an, yaitu Vespa Sprint dan Vespa Super. Masing-masing masih berupa Build Up (impor utuh) dan dibandrol harga sekitar Rp 400 ribuan. Tentu saja untuk ukuran saat itu harga yang fantastis, harga yang mencengangkan!

Yang sangat unik muncul pula di tahun 1960-an Vespa Kongo, selain 2 jenis Vespa di atas.

Vespa Kongo ini memang berbeda jika dibandingkan dengan Vespa di pasaran yang lebih banyak unitnya.
Vespa Kongo merupakan unit yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia untuk prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada sekitar tahun 1963, sebagai penghargaan bagi prajurit TNI yang bertugas sebagai Pasukan Perdamaian.

Nama Kongo diambil dari tempat bertugasnya para anggota TNI yang tergabung dalam Konga. Mereka mendapat tugas dari Pemerintah Indonesia melalui Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) sebagi Pasukan Penjaga Perdamaian di Kongo, Afrika.

Prajurit TNI eks pasukan PBB Kongo naik Vespa

Orang menyebut Vespa Kongo dengan Vespa ndog (telur) karena bagian samping kanan kirinya yang terlihat seperti telur. Meski berasal dari pabrikan Italia, namun perakitan Kongo dilakukan di Jerman oleh Vespa GmbH Augsburg yang berdiri tahun 1958.

Ciri-ciri Kongo sangat khas, adanya lambang Burung Garuda pada bodi bagian depan sebelah kiri, speedometer berbentuk kotak agak besar, berbeda dengan tipe Vespa lainnya. Lalu nomor mesin diawali dengan kode VGLA1M, VGLB1M.

Sebagai bukti otentifikasi pada BPKB Vespa Kongo terdapat keterangan Ex-Brigade III dan masih ada tanda lain yang berbeda dengan Vespa biasa. Masih ada yang punya Vespa Kongo ? (Iman Nurtjahjo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.