Erna Husein: Belanja di Warung Tetangga Banyak Manfaatnya

Ilustrasi warung tetangga

PURWOKERTO, BanyumasNews.com — Di tengah wabah COVID-19 pembatasan sosial diberlakukan di berbagai wilayah di Indonesia, tak terkecuali di Banyumas. Orang bijak selalu mengambil hikmah dibalik semua peristiwa. Dengan tetap tinggal dirumah, dan keluar rumah jika betul-betul karena kebutuhan, banyak warga yang akhirnya cukup “belanja di warung tetangga”.

Melalui komunikasi media sosial, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein medapatkan cerita dari para pengurus PKK Tingkat Kecamatan, Tingkat Desa bahkan sampai dengan kader dasa wisma. Dari banyak cerita yang disampaikan salah satunya adalah saat ini mereka kembali belanja di warung tetangga dan hasil olahan dari kelompok UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) PKK.

“Dengan adanya pembatasan sosial dan anjuran tinggal dirumah, akhirnya mereka kembali belanja ke warung tetangga dan kelompok UP2K,” katanya.

Kebiasaan kembali belanja di warung tetangga, menurut Erna Husein harus diapresiasi dan perlu diteruskan dengan niat yang sesadar-sadarnya. Karena gerakan ini sangat memberdayakan ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah. Karena dengan belanja diwarung tetangga ini setidaknya bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kita tidak perlu malu mengakui, jika saat ini sebagian pengurus sudah terbiasa dengan pola gaya hidup dengan belanja ke supermarket atau minimarket, hanya untuk sekadar membeli beras, minyak goreng, sabun mandi, sayuran, ceriping dan lain sebagainya, padahal disekitar juga tersedia di warung dan UP2K,” jelasnya.

Padahal sebagian besar keuntungan ekonomi yang menikmati adalah mereka yang notabene pengusaha besar yang memiliki modal melimpah. Bahkan di tempat tersebut harganya bisa lebih tinggi daripada di warung tetangga dengan barangnya sama.

Erna menambahkan dari cerita mereka juga dapat disimpulkan ada manfaat besar dengan belanja di warung tetangga itu, yaitu menjaga silaturahmi, menggerakan ekonomi kecil, mendukung pemerataan pendapatan dan meningkatkan pendapatan tetangga.

“Dengan belanja ke warung tetangga, kita bisa meningkatkan tali silaturrahmi dengan tetangga lain. Tak hanya terhadap pemilik warung saja. Karena, tak jarang ketika kita belanja ke warung tetangga, ada tetangga sekitar yang kebetulan juga belanja pada saat yang sama. Saling sapa, atau sekadar menanyakan kabar, setidaknya terjadi ketika berjumpa. Komunikasi semacam ini, bisa berimbas terhadap tali persaudaraan, kerukunan, dan kebersamaan dalam lingkungan sekitar,” jelasnya.

Kemudian juga akan turut berperan dalam menggerakan ekonomi masyarakat. Karena tidak sedikit pemilik warung di lingkungan kita itu, masuk dalam kategori pas-pasan, hasil pendapatan berjualan itu, terkadang hanya cukup untuk makan saja. Maka dengan belanja pada tetangga itu kita ikut berperan untuk membantu meningkatkan dan menghidupkan ekonomi masyarakat.

“Jika selama ini kita terbiasa dengan supermarket, yang biasanya hampir ada di kota, dengan peristiwa ini, saya mengajak agar kebiasaan kembali belanja di warung tetangga menjadi budaya sebagai upaya mewujudkan pemerataan pendapatan masyarakat,” tambahnya.

Erna melanjutkan dengan belanja di warung tetangga, maupun hasil olahanan dan kerajinan dari tetangga, menurutnya juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan tetangga itu.

“Saya tetap menghimbau meski hanya keluar dekat dengan rumah, semua harus menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, sebelum keluar rumah dan kembali masuk rumah,” pungkasnya.

Sunarmi warga Rempoah Baturraden, mengaku sudah terbiasa membeli di toko didekat rumahnya. Selain dekat dan untuk menjalin silaturahmi, menurutnya sayur-sayuran yang dijual juga masih segar karena langsung habis.

“Ke super market ya sesekali saja, tidak mesti sebulan sekali,” katanya saat berbelanja Kamis (30/04/2020) pagi. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.