GOR Satria Disiapkan Jadi Tempat Karantina Massal Para Pemudik

GOR Satria yang dipersiapkan menjadi tempat Karantina Massal ditinjau Tim Gugus Tugas Covid-19

PURWOKERTO, BanyumasNews.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyumas menyiapkan skenario untuk mengantisipasi gelombang pemudik, sekalipun ada larangan mudik.  Salah satu tempat yang dipersiapkan untuk tempat karantina massal yaitu Gelanggang Olahraga (GOR) Satria Purwokerto.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono saat meninjau calon lokasi karantina massal di GOR Satria Purwokerto, Rabu (22/4/20) mengatakan GOR Satria yang merupakan fasilitas milik Pemkab akan disulap menjadi tempat karantina massal. Tempat tersebut difungsikan seperti bangsal, namun setiap tempat tidur jaraknya diatur sesuai dengan standar kesehatan.

“Kita mencontoh punya Semarang, tapi tidak semewah itu. Tadi saya sudah kontak ke Dandim, Kapolresta untuk meminjam velbed. Tinggal dibersihkan dan diberi karpet plastik,” kata Sadewo.

Sadewo menambahkan, dua fasilitas yang akan difungsikan sebagai tempat karantina adalah Sasana Krida dan lapangan futsal indoor. Bila dioptimalkan, keduanya mampu menampung 800 orang.

“Problemnya MCK, di futsal hanya lima, daya tampungnya 100 orang. Di Sasana Krida dengan daya tampung 700, WC-nya hanya 16,” jelasnya.

Sadewo mengaku telah berkomunikasi dengan kepolisian dan TNI untuk meminjam velbed atau tempat tidur lipat yang difungsikan sebagai tempat tidur sementara. Menurut dia, fasilitas karantina massal ini secepatnya akan difungsikan.

“Kalau sudah siap, nanti akan diarahkan Pak Bupati, pemudik-pemudik kan sudah ada larangan mudik dari Pak Jokowi. Tapi, tentunya kalau orang Banyumas mudik ‘kan tidak mungkin mengusir. Tapi wajib dikarantina di sini, jadi ngapain Lebaran mudiknya di GOR Satria. Harapannya menjadi tidak mudik begitu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, Sadiyanto mengatakan, saat ini Pemkab Banyumas memiliki dua fasilitas karantina, yaitu di Baturraden dan Gelora Satria yang sedang disiapkan tersebut.

“Kalau ada pemudik bandel ya nanti kita datangi, didata mereka yang masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan langsung dikarantina,” tandasnya. (*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.