Pastor Purwokerto Bernyanyi Hibur Tenaga Medis

Uskup Purwokerto Mgr Christophorus Tri Harsono

PURWOKERTO, BanyumasNews.com – Uskup Purwokerto Mgr Christophorus Tri Harsono bersama para pastor bernyanyi dan membuat video untuk menghibur para tenaga medis. Video dan lagu itu sekaligus diluncurkan untuk menggalang donasi umat guna mendukung kebutuhan para medis di garda terdepan.

“Kita hadapi bersama pandemi ini dengan penuh iman, terutama untuk pejuang kemanusiaan, malaikat tanpa sayap, dan semuanya yang memiliki Tuhan dan kasih. Mari kita berjuang bersama, membantu bersama, dan bersyukur bersama,” kata Uskup Purwokerto Mgr Christophorus Tri Harsono, saat dihubungi di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2020).

Uskup dan para pastor menyanyikan lagu berjudul “Tuhan Tak ‘kan Diam” ciptaan Pastor Fikalis Rendy Aktor, Pr. “Lagu ini lahir dari kegelisahan dirinya sampai kapan wabah Covid-19 akan berakhir. Disusul banyak pertanyaan umat, di situasi seperti ini, apa sungguh Tuhan itu ada? Atau hanya diam, tak bergerak sedikitpun? Harapannya, bagi para pendengar, khususnya para tenaga medis, alunan lagu ini bisa memberi peneguhan dan support bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” papar Rendy.

Ketua Karitas Keuskupan Purwokerto Pastor Stefanus Heri menuturkan, donasi yang dikumpulkan dalam “Aksi Solidaritas Bersama Negeri” melalui Keuskupan Purwokerto ini akan ditujukan kepada enam rumah sakit dan balai pengobatan yang berada di wilayah Keuskupan Purwokerto. “Jumlah paramedis di enam rumah sakit tersebut ada 1.082 orang tenaga medis,” kata Stefanus.

Dalam video berdurasi 4 menit, 44 detik yang diedit oleh Joshua Eka Pramudya yang juga mengaransemen lagu ini, Uskup bernyanyi bersama Pastor Robertus Yeppy Emmanuelle, Agustinus Handi Setyanto, Florianus Bram Mahendra Siagian, Sheko Swandi Marlindo, FX Kristi Adi Prasetya, FX Handy Kristian Adi Putra, Martinus Maryoto, Stefanus Heri, serta Fikalis Rendy Aktor.

Inilah narasi dan syairnya:

Mencintai adalah hasratmu, mengabdi adalah pekerjaanmu. Senyum adalah busanamu. Lelah adalah doamu. Pada jiwamu ada kasih tak kunjung henti. Untukmu, pelayan kesehatan, pembela kehidupan dan semua insan pejuang. Untukmu, kami bernyanyi.

Saat kita gelisah. Pikir tak tentu arah. Seakan doa, terasa sia-sia. Tak kunjung ada jawabnya. Mungkinkah ini Tuhan, tuaian dosa kami. Terimalah rasa sesal kami. Dan akhirilah semua ini. Jangan takut, Tuhan kita ada. Memampukan yang kita rasa. Bergandengan, kita berjuang. Tuhan takkan pernah diam.

Tuhan, aku rindu dalam kesederhanaan, tanpa kemeriahan, sapa-Mu

Lihat mereka bekerja, tak kenal waktu dan lelah. Melayani sepenuh hati. Demi jiwa yang selalu dicintai. Jangan takut. Tuhan kita ada. Memampukan yang kita rasa. Bergandengan, kita berjuang. Tuhan takkan pernah diam. Jangan takut, Tuhan kita ada. Memampukan yang kita rasa, bergandengan, kita berjuang. Tuhan takkan pernah diam.

Bergandengan kita berujang, Tuhan takkan pernah diam. Tuhan takkan pernah diam. Takkan diam.

Engkau harus semakin besar. Aku harus semakin kecil. (nan) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.