Ahli Virus Unsoed: Puasa Meningkatkan Imunitas, Puasa Ramadan Aman Tanpa Corona

Ahli virus Unsoed Heny Ekowati Phd

PURWOKERTO, BanyumasNews.com — Sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadan dan akan menjalankan ibadah wajib puasa di tengah pandemik wabah corona. Bagaimana puasa Ramadan di tengah pandemik covid-19 akan disosialisasikan secara online pada  Rabu, 08 April 2020, pukul 09.00 – 11.00 wib.

Sosialisasi Online COVID-19 sesi 1 dengan narasumber ahli virus dan dosen di Jurusan Farmasi, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Heny Ekowati MSc, PhD, Apt yang akrab disapa Heny dan Ustadz Ibnu Rochi Syakiran, Lc (Dewan Syariah LAZ Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto).

Acara itu dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada masyarakat luas, bagaimana mempersiapkan Ramadan dalam kondisi pandemik ini. “Harapannya umat Islam dan masyarakat luas pada umumnya dapat menjalankan ibadahnya dengan baik, dengan tetap menjaga kesehatan,” ungkap Tim Promosi Unsoed Ir. H. Alief Einstein, MHum.

Sementara itu Aldi Abdul Ghofar SSos, selaku panitia sosialisasi dari LAZ Al Irsyad Purwokerto mengatakan pada Sesi 2 sebagai narasumber yakni Ketua IDI Banyumas dr. Noegroho Harbani MSc, SpS.  Acara sosialisasi tersebut terbuka untuk umum dan gratis dengan junlah peserta sosialisasi ada 760 orang yang dibagi 3 dalam Group Whatsaap.

Menurut Heny Ekowati,  doktoral dari Kanazawa University, Jepang  penyakit COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebut sebagai Virus SARS-2. WHO pada 10 Februari 2020 memberikan nama resmi untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona yang baru dengan nama COVID-19.

“Novel Corona virus (nCoV) adalah virus jenis baru virus Corona. Struktur genetiknya tidak sama persis dengan tipe virus Corona lainnya. Keluarga yang sama dengan virus SARSdan MERS. Kesamaan genetiknya adalah sekitar 75-80% dengan virus SARS dan 96% dengan virus Corona pada kelelawar”, lanjut Heny.

Virus mempunyai kemampuan untuk berpindah ke manusia (Zoonotic). Sumber penyebaran virus ini adalah kelelawar, ular, dan trenggiling, tambahnya.

Heny yang memfasilitasi kerjasama antara Unsoed dengan Kanazawa University Jepang mengatakan, hal yang menjadi perhatian utama saat Ramadan di tengah terjadinya pandemik COVID-19 ini adalah imunitas / kekebalan tubuh.

Menurut ahli virus yang juga ahli imunitas / kekebalan tubuh ini mengatakan dalam beberapa penelitian dilaporkan bahwa :

1. Puasa Ramadan meningkatkan sistem imunitas / kekebalan tubuh dan perubahannya bersifat sementara dan akan kembali ke statusnya sebelum Ramadan,

2. Puasa Ramadan selama trimester kedua (tahap kehamilan bulan 4 – 6) terbukti aman dan tidak menghasilkan efek negatif pada janin,

3. Pada pasien gangguan jantung, puasa Ramadan memiliki efek menguntungkan termasuk peningkatan profil lipid gambaran lemak tubuh dan pengurangan stres oksidatif / zat-zat penyebab proses oksidasi dalam tubuh,

4. Pada pasien asma, pasien defisiensi imun / kekurangan sistem kekebalan tubuh dan gangguan autoimun (kekebalan tubuh yang menyerang tubuh sendiri) puasa aman.dilakukan,

5. Pada pasien psikiatris / pasien dengan gangguan kejiwaan seperti mereka yang menderita skizofrenia (penyakit gila) puasa dapat meningkatkan sistem imunologi.

Sementara itu terkait dengan pelaksanaan ibadah solat taraweh dan tadarus,  Kemenag sudah menerbitkan surat edaran yang intinya dihimbau dilakukan di rumah masing-masing. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.