Empat ODP Covid-19 Harus Dikarantina Paksa untuk Lindungi Masyarakat

Bupati Banyumas Achmad Husein memberikan keterangan terkait penjemputan 4 ODP untuk menjalani karantina (5/4/20)

PURWOKERTO, BanyumasNews.com — Empat (4) orang dalam pemantauan (ODP) covid-19 harus dijemput (dievakuasi) untuk menjalani isolasi dan karantina demi melindungi masyarakat yang lebih luas. Hal itu dikatakan Bupati Banyumas Ir Achmad Husein dalam siaran video pada hari Minggu malam (5/4/20).

Menurut Bupati,  evakuasi dan mengkarantina secara paksa harus diambil karena 4 ODP tersebut telah dilakukan rapid test dan ke-empat-nya positif dari hasil rapid test. Akan tetapi mereka tidak mematuhi untuk menjalani karantina secara mandiri.

“Seperti diketahui beberapa kali keluar rumah dan melakukan kontak dengan orang lain. Oleh karena itu kami melakukan ini dengan tujuan melindungi masyarakat yang lebih luas,” kata Bupati.

Ke-empat ODP dikarantina di tempat yang layak, lanjut Bupati, dan ke-empat ODP ini adalah kontak terakhir dengan PDP positif covid-19 yang sekarang dirawat di DKT.

Dari informasi yang dihimpun evakuasi dilakukan pada Minggu 5 April 2020, yang didahului Apel Penjemputan untuk Mengisolasi Keluarga “Toko Mas Bkh”, pada  pukul 13.00 WIB di halaman Satpol PP Banyumas, dengan penanggungjawab kegiatan Drs. Imam Pamungkas, BN, MM (Kasatpol PP Kabupaten Banyumas) yang dihadiri oleh sekitar 50 orang.

Personel yang terlibat dari Kodim 0701/Banyumas, Polresta Banyumas, Bakesbangpol Kabupaten Banyumas, Satpol PP, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Fotmopimkec dan Puskesmas Purwokerto Timur.

Hadir dalam kegiatan antara lain
Dandim 0701/Banyumas diwakili oleh Kapten Chb Kamiyono, SH.MH (Pasi Intel Kodim 0701/Banyumas),  Kapolres Banyumas diwakili oleh
Kompol zaenal Arifin (Kabag Ops Polres Banyumas), Drs. Imam Pamungkas, BN, MM (Kasatpol PP), Dwimulyanto SKM MS.i ( Kabid P2P Dinkes), Catur (Kabid Yankes Dinkes), Didik Suryadi S.H M.H (Kabid Kewaspadaan Dini Bakesbagpol), Bambang Septiono, SH (Kasubid Kewaspadaan Dini dan Kerjasama Intelijen Bakesbangpol), Drs. Kristanto. M.Si (Camat Purwokerto Timur), Kapten Arh. Sumarsono (Danramil 01/Purwokerto Utara) beserta anggota, Kapolsek Purwokerto Timur diwakili oleh Iptu Agus Mustofa (Panit Sabhara Polsek) beserta anggota, dr.Yuvana Dewanty (Kepala Puskesmas Purwokerto Timur 1) beserta anggota, Djani Ristanto Aji S.Kep.MH. (Kepala Puskesmas Purwokerto Timur II) beserta anggota, Forkompimda Kab Banyumas, Forkompimkec Purwokerto Timur, dan Perwakilan Lurah Purwokerto Timur.

Menurut Kompol zaenal Arifin (Kabag Ops Polres Banyumas), tim evakuasi dibagi menjadi 3 team untuk mengeksekusi 3 titik sasaran.

Team 1 eksekusi terhadap Ny YH,  isteri dari Tn BSGP (alias TL) yang meninggal beberapa waktu lalu di RS Elisabeth Purwokerto (pemilik Toko Emas Bkh). Penjemputab di Arcawinangun, Purwokerto Timur.

Team 2 melakukan eksekusi terhadap Tn B dan istrinya Ny JP di Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur.

Sedangkan Team 3 mengeksekusi FE (29 th) yang berstatus karyawan Toko Emas Bkh, warga Desa Sokaraja Kidul, Sokaraja, Banyumas.

Setelah dijemput oleh tim, keluarga Tn BS dan karyawan toko mas Bkh  dibawa ke Kantor Diklat Baturraden untuk karantina. Mereka tiba di lokasi tersebut dalam waktu yang berbeda. Ny YH tiba pukul 14.35 wib,  Tn B dan isterinya JP tiba  pukul 14.50 wib,  dan FE tiba pukul 15.10 wib.

Penjemputan dan karantina paksa menunjukkan keseriusan Pemkab Banyumas dalam mencegah covid-19 menular ke masyarakat lebih luas. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.