Buka Kantor 24 Jam, PWI Banyumas Produksi Handsanitizer

PWI Banyumas memproduksi hand sanitizer

BANYUMAS, BanyumasNews.com — Tidak hanya petugas medis yang beresiko tinggi tertular virus Covid-19, namun profesi wartawan yang sangat dekat dengan lingkungan kasus Corona memiliki resiko serupa.

Kini wartawan Banyumas dibekali hand sanitizer yang diproduksi sendiri para pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Dalam sepekan terakhir mereka sibuk di kantor PWI Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto.

Menurut Idad Zakaria, fotografer Antara, kini baru bisa 30 botol atau 8 liter Handsanitizer. “Untuk sementara buat internal jurnalis di Banyumas. Kesulitan kita memang mencari botolnya. Kalau mau isi ulang silahkan bisa datang kemari. Kami buka 24 jam,” ujar Idad.

Bahan yang digunakan sesuai standar WHO, terdiri alkohol isopropil 96% dan sejumlah bahan pendukung lainnya. “Alhamdulilah kita dapat bantuan dari Depo Pelita Sokaraja,” tutur Idad, Jum’at (27/03/2020).

Di tempat terpisah General Manager Depo Pelita, Herman Hutanto, mengatakan bantuan kepada para jurnalis merupakan bentuk kepedulian dari Depo Pelita. Sehingga diharapkan dalam bekerja para wartawan tetap mengutamakan keselamatan.

“Oleh karena itu, untuk menjaga dan mengantisipasinya, maka harus melakukan upaya antisipasi, salah satunya dengan mengikuti prosedur peliputan dan upaya menjaga kebersihan secara mandiri dengan baik,” ujar Herman.

Sementara Ketua PWI Banyumas, Liliek Dharmawan menjelaskan, wartawan juga memiliki risiko karena masih harus bekerja di lapangan untuk meliput pandemi Covid-19. “Kenapa masih bekerja? Karena kami ingin bertanggung jawab atas berita yang benar, dan bukan hoaks. Sehingga kami masih terus bekerja memberitakan,” ujar Liliek yang wartawan Media Indonesia ini.

Menurut Liliek, untuk bekerja harus tetap berpatokan prosedur peliputan yang aman. Prinsipnya, tidak ada berita seharga nyawa. Wartawan bekerja tetapi dengan kehati-hatian dan harus mengutamakan keselamatan.

PWI berterima kasih karena sudah ada bantuan sanitizer sebagai salah satu upaya untuk kerja yang “safety”.

Liliek mengatakan untuk program selanjutnya berencana akan memproduksi lebih banyak lagi dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat. “Insya Allah selanjutnya kita akan bermitra dengan PMI Banyumas,” tambahnya. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.