Tim OTT Tagana Banyumas Tangani 96 Sarang Tawon dalam 2,5 Bulan

DUA SETENGAH BULAN, TIM OTT TAGANA KAB. BANYUMAS TANGANI 96 SARANG TAWON
PURWOKERTO, BanyumasNews.com  – Sejak dibentuk Tim Operasi Tangkap Tawon (OTT) TAGANA Kabupaten Banyumas pada awal Januari 2019, Tim OTT telah menanggani 217 OTT pada Tahun 2019 di Wilayah Kabupaten Banyumas, bahkan sampai dengan Wilayah Kabupaten Pemalang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Wonosobo.
Memasuki Tahun 2020, berdasarkan catatan di Data POSKO TAGANA Kabupaten Banyumas, Tim OTT telah menangani 96 penananganan Sarang tawon. Apabila data penanganan sarang tawon digabungkan dengan BPBD Kabupaten Banyumas, Bidang Pemadam Kebakaran SATPOLPP Kab. Banyumas dan relawan lain yang bergerak dibidang yang sama, maka sudah barang tentu sudah lebih dari 100 kali penanganan sarang tawon
Hal itu disampaikan Koordinator TAGANA Banyumas Ady Candra, Jumat (13/03/20).
Ditambahkan, Tagana mempunyai Tim OTT di 3 (tiga) lokasi yakni Tim 1 berkedudukan di Purwokerto (MAKO TAGANA) dibawah Komando Natim (No. WA : 0812 2626 4238) untuk Penanganan Wilayah Perkotaan dan sekitarnya, Tim 2 berkedudukan di Sumpiuh dibawah Komando Dasino (No. WA : 0812 2937 0322 untuk Penanganan Wilayah Sumpiuh, Tambak, Kemranjen dan Somagede, dan Tim 3 berkedudukan di Cilongok dibawah Komando Darsono (No. WA : 0857 2731 7624) untuk Penanganan di Wilayah Barat Kabupaten Banyumas.
“Silahkan masyarakat dapat menghubungi nomor – nomor tersebut manakala membutuhkan bantuan penanganan sarang tawon. Insya Allah bisa kami bantu”, tegas Ady.
Dalam penanganan sarang tawon, menurutnya, jarang sekali dengan cara dibakar. Sarang disumbat dengan kain/kapas, kemudian disemprot menggunakan BBM jenis Pertalite/Premium.
Komandan Tim Natim menambahkan,  tips penanganan sarang tawon. “Jangan menggunakan Pertamax, karena kami pernah coba ternyata kurang kuat. Tidak lupa juga pada bagian sarang tetap kita semprot pada bagian dalam, sehingga mempercepat proses tawon pingsan/mati”, terang Natim.
“Apabila kita tersengat, pada kesempatan pertama langsung saja dikompres dengan es batu, kemudian bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pengobatan lanjutan”, tambah Natim.
Lain lagi kisah dari Tim OTT Rasim.  Selama melakukan penanganan harus menggunakan alat keamanan, seperti menggunakan sarung tangan, memakai topi khusus. “Pastikan lubang keluar masuk tawon, bila sarang tawon besar bisa juga menggunakan kain kelambu. Kain itu bisa membuat tawon tidak bisa leluasa beterbangan, bila ada pintu keluar masuk tawon ada yang lupa kita tutup“, katanya.
“Kita sebagai Tim juga sudah puluhan kali disengat, namun karena terbiasa jadi sudah tahu apa rasanya setelah disengat. Kita tidak kebal, hanya saja karena sudah sering kali, maka ya kita tahan – tahan saja meskipun itu sakit” tutur anggota Tim lain, Sodikun.
“Bagian paling terasa sakit adalah apabila kita tersengat pada bagian kepala, leher dan jari tangan, bikin meriang. Kalau bagian lengan, paha dan tubuh lain, paling hanya pegel selama 2 hari saja, nanti akan sembuh bila diobati dengan salep khusus beli di apotik”, pungkas Sodikun.
Sejak kasus meninggalnya 1 warga karena tersengat lebah, Bupati Banyumas memberi atensi terhadap kejadian ini. Melalui rapat koordinasi antara Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Banyumas dengan Kepala BAKESBANGPOL Banyumas, Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Dinas Kesehatan dan Instansi terkait di Ruang Joko Kahiman, Bupati menghimbau agar Tim TRC BPBD Kabupaten Banyumas dengan TAGANA Banyumas dan Relawan lain yang memiliki kemampuan penanganan sarang tawon, tmembuat Hot Line penanganan sarang tawon.
Hal ini agar penanganan sarang tawon di wilayah Kabupaten Banyumas dapat sinergis, terpadu dan cepat. (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.