Pelajar Banyumas Miskin dan Sakit Kanker Osteosarcoma Butuh Bantuan

Kondisi Zahra Aprilia (14) penderita  kanker osteosarcoma dd rhabdomyosarcoma

PURWOKERTO, BanyumasNews.com – Remaja berstatus pelajar Zahra Aprilia (14 Th), tinggal di kelurahan Berkoh, Purwokerto Selatan, Banyumas menderita sakit kanker osteosarcoma dd rhabdomyosarcoma membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk pengobatan dan biaya asuransi kesehatan.

Ia tinggal di sebuah rumah sangat sederhana di bantaran sungai tanah milik Dinas Perairan. Tidur harus di lantai bawah, karena bagian atas yang rata dengan jalan raya digunakan untuk jual beli onderdil motor bekas oleh saudara ayahnya.

Ayahnya, Suhud (40 th), hanyalah seorang penjual telor dadar tusuk, jajanan anak yang dijual kelilingan. Kadang bekerja serabutan. Sementara ibunya tidak bekerja.

Zahra duduk di kelas 8 MTs Negeri Purwokerto, punya adik laki laki masih TK, yang juga tinggal di situ bersama neneknya yang berusia 80 tahun, yang juga sakit sakitan.

Menurut  Titi Ngudiati, pendamping dari Dompet Dhuafa (DD), sakitnya sudah 8 bulan dan baru punya BPJS Mandiri klas 3, kurang lebih 3 bulan yang lalu, untuk berobat Zahra.

Ditambahkan,  sudah mulai semester dua ini atau bulan Januari 2020 tidak masuk sekolah karena penyakitnya mengalami pembengkakan.

Sebelumnya, walaupun sakit, ia tetap berangkat ke sekolah karena memang Zahra tetap ingin sekolah terus, dan sakitnya tidak dirasa. Selain itu, orang tuanya tidak punya uang dan tidak punya BPJS, tidak punya KIP, KIS dan fasiltas lainya dari negara layaknya untuk orang misikin.

“Bapak ibunya sekarang nganggur menugui Zahra yang sakit”, lanjut Titi.

Informasi yang berhasil dihimpun,  tim medis dan bina rohani Dompet Dhuafa sudah melakukan pendampingan bagi Zahra dan keluarganya.

Zahra sendiri ditangani beberapa rumah sakit, karena rujukan dari rumah sakit sesuai jenjangnya.
“Memang ada permintaan keluarga Zahra yang mencoba opsi ke RS lainnya. Dokter di beberapa RS di Purwokerto sudah memberikan saran untuk menghindari penyebaran sel kanker ke organ lain, jalannya harus amputasi. Namun keluarga masih akan ikhtiar (katanya). Katanya ‘nggak tega dan kasihan Zahra kalau diamputasi”, terang Titi.

Trauma Ambulance 

Zahra pernah tidak mau atau trauma dengan ambulans, hal ini menurut Titi mungkin ada betulnya, mengingat kondisi kaki sebelum mati rasa, jika ada pergerakan sedikit saja sakitnya luar biasa.

“Saat ini kendaraan sudah tersolusikan dengan mobil Dompet Dhuafa dan membawanya dari rumah dengan membongkar pintu rumah dan diangkat dengan kasur gelaran yang biasa dipakai Zahra, biar tidak terlalu sakit di kendaran” kata Titi.

Saat ini perkembangan Zahra masih menunggu tim pendamping medis di RS dr. Moewardi Solo.

Titi mengajak bagi donatur bisa datang langsung, menyumbang langsung atau melalui jaringan sosial lainya. Alternatif bantuan bisa untuk pembayaran BPJS-nya, biaya sekolah, biaya perawatan dan rumah sakit, biaya hidup keluarga, pekerjaan orang tua, dan lainya.  Informasi terkait Zahra bisa melalui WA Center DD 08112880287, tambahnya.  (nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.