Eksplore Jejak Sejarah Galuhtimur, Lintas Alam Kenalkan Situs Purbakala

Lintas Alam Eksplore Jejak Sejarah Galuhtimur Diikuti Ratusan Peserta

BanyumasNews.com –¬†Pemuda dan remaja yang tergabung dalam Karangtaruna Desa Galuhtimur, Tonjong, Brebes, menggelar kegiatan lintas alam unik di desanya. Unik karena lintas alam tidak hanya menjelajah alam bebas, hutan, bukit, sungai dan ladang. Namun sekaligus menapaki dan menelusur jejak-jejak sejarah dan budaya manusia umumnya dan Galuhtimur khususnya.

Keunikannya ditandai dengan lintas alam yang melewati situs-situs bersejarah dan lokasi penemuan hewan dan manusia purba, yang usia fosilnya merupakan yang tertua di Jawa, yakni 1,8 juta tahun.

Explore Jejak Sejarah Galuhtimur (EJS) bertujuan mengenalkan potensi wisata sejarah dan wisata budaya di Desa Galuhtimur, digelar bekerjasama dengan unit pariwisata BUMDes Maju Berkah Galuhtimur pada Minggu (15/09/2019) pagi hingga sore.

Kegiatan lintas alam itu diikuti oleh 249 peserta, berasal dari Brebes dan luar kota seperti Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Ciamis, Garut, dan Tasikmalaya. Peserta umumnya pelajar, mahasiswa, dan pemuda pencinta alam.

Peserta EJS saat memasuki situs Makamdawa, mendapat penjelasan sejarah makam dari sesepuh setempat HM Yusuf

Awwal Rayziq Ketua Panitia Explore Jejak Sejarah Galuhtimur (EJS) mengatakan, event ini merupakan upaya terobosan dimana biasanya kegiatan lintas alam hanya berupa jelajah alam, namun EJS beraroma wisata menelusuri jejak-jejak sejarah dan perdaban manusia.

“EJS mengkombinasikan jelajah alam dengan eksplorasi tempat-tempat temuan seperti temuan fosil hewan dan manusia purba, situs makam tempo dulu, dan temuan candi yang diduga peninggalan Kerajaan Galuh purba”, kata Rayziq, remaja yang dikenal aktif dalam event-event kebudayaan di Brebes Selatan.

Rute jelajah lintas alam EJS menempuh jarak 10 km, dimulai dari Balai Desa Galuhtimur, kemudian menuju situs Bandayuda, Darmaguna, Kampung Purba, Makamdawa, Kertabasa, Candi Gagang Golok, makam Mangku Jaya dan kembali finish di balai desa Galuhtimur.

Sebagian peserta EJS memasuki Kampung Purba

Salah seorang peserta dari kalangan pelajar, Abdillah, mengatakan rute sepanjang 10 km sangat menantang. Dia juga merasa terkesan dengan situs-situs yang dilewati. “Sangat luar biasa, ternyata ada peninggalan budaya dan temuan purbakala di desa Galuhtimur”, ucapnya.

Menurut Drs Muhaemin, Kepala Unit Pariwisata BUMDes Galuhtimur, event ini diharapkan dapat mengenalkan potensi wisata desa Galuhtimur ke masyarakat yang lebih luas sehingga akan mendatangkan efek positif berupa peningkatan ekonomi warga ke depannya.

Sementara itu Iskandar, Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes yang hadir pada event itu mengatakan dirinya sangat mengapresiasi event yang diadakan oleh Karangtaruna dan BUMDes yang didukung oleh Pokdarwis setempat. Dikatakan, Galuhtimur mempunyai potensi yang khas yang membedakan dengan daerah lain.

Dikatakan, ke depan diharapkan Galuhtimur memiliki icon-icon yang menarik wisatawan untuk melakukan jelajah ke tempat-tempat temuan fosil yang usianya sudah 1.8 juta tahun, bahkan lebih tua dari temuan manusia purba di Sangiran. “Galuhtimur memiliki situs purbakala dan situs budaya era kerajaan tempo dulu yang potensial menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Brebes”, tandasnya. (BNC/ph)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.