Camat Pekuncen Buka Pasar Kaget 10

BanyumasNews.com – Liburan paska kelulusan SMP/SMA dimanfaatkan para millenial Banyumas Barat untuk berjualan aneka takjil keperluan berbuka puasa di arena Pasar Kaget 10, Masjid Darussalam Pekuncen, Banyumas. Pasar kaget dimulai sejak awal Romadhon sampai menjelang Idul Fitri (6/5-4/5).

Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini diselenggarakan oleh Team Tadarus dan Wirausaha Darussalam (TTWD) Pekuncen. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Camat Pekuncen, Parsono, S.Sos.,M.Si.

Dalam sambutanya Camat merasa senang dan menilai baik atas prakarsa usaha nyata pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi yang dipadukan dengan kegiatan keagamaan (Romadhon).

“Apalagi tadi saya dengar dari panitia, selain para pedagang pasar kaget ini, banyak yang paginya biasa berjualan di Pasar Legok, juga ada adik-adik yang baru lulus sekolah mengisi masa libur dengan berjualan aneka takjil. Ini bagus sebagai ajang latihan berwira usaha,” paparnya.

Suasana pasar kaget Pekuncen

Dijelaskan Ketua Panitia, Riyanto bahwa Pasar Kaget 10 diprakarsai para pemuda yang tergabung dalam TTWD masjid Darussalam Pekuncen, Kecamatan Pekuncen, Banyumas.

TTWD dibentuk tahun 2009, sedangkan kegiatan pasar kaget Romadhon diadakan sejak tahun awal dibentuknya team. “Alhamdulillah masih bisa diselenggarakan pada tahun ini. Tak lain karena adanya kerjasama yang mufakat antara TTWD, Takmir Masjid, para donatur /seponsorship dan para pedagang serta masyarakat setempat,” jelas Yanto.

Arum, alumni yang baru lulus SMPN Ajibarang, mengaku surprise dengan membludaknya pengunjung Pasar Kaget di masjid cagar budaya Saka Tunggal Darussalam ini. “Semoga setiap sore semua dagangan laris manis,” ujarnya.

Pasar Kaget berlangsung selama sebulan, buka setiap hari menjelang ashar hingga maghrib. Menurut Ketua TTWD, Irfan, kegiatan ini sebagai satu kiat untuk pemberdayaan ekonomi umat dalam usaha mengelola modal kecilnya melalui penyediaan sarana bagi para pedagang dadakan untuk berjualan aneka kebutuhan berbuka puasa dan sahur di bulan Romadhon.

“Selain itu pasar rakyat ini untuk mengenalkan kepada masyarakat aneka produk dagang dan jasa dari para pedagang atau pengusaha di wilayah kecamatan Pekuncen dan sekitarnya bahkan terbuka pula bagi pengusaha daerah lain untuk memasarkan produknya,” papar Irfan. (BNC/ham)

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.