Inacraft 2019: Patung Groot Purbalingga Jadi Primadona

Patung Groot Purbalingga Jadi Primadona Inacraft 2019

BanyumasNews.com  – Patung Groot karya Anto Wijaya, seniman pengrajin asal Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, menjadi primadona di ajang Inacraft 2019 yang digelar di Hall B JCC Senayan Jakarta, Minggu (28/04/2019). Ini tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi wakil Purbalingga dan Banyumas raya.

Setiap pengunjung yang melewati booth Dekranasda Kabupaten Purbalingga, langsung tertarik untuk berfoto di sebelah patung dengan tinggi 2 meter tersebut. Mereka pun asik berswafoto. Selfie!

“Setiap pengunjung yang lewat langsung tertarik minta foto maupun hanya berujar kata-kata I’m Groot,” ujar Gunanto Eko, Pengurus Dekranasda Kabupaten Purbalinggasaat menjelaskan standnya.

Anto membuat patung itu dari kayu hanyutan (driftwood) sungai. Tak hanya sasaran selfie banyak pengunjung yang ingin memiliki. Patung groot yang kecil alias ‘baby groot’ pun terbang ke Amerika, dibeli pengunjung bernama Scoott. “Kalau yang mau beli banyak, namun, patung terbatas dan proses pembuatan yang lama sehingga bagi yang tertarik membeli kami sambungkan langsung ke Pak Anto,” ujar Gunanto.

Patung Groot

Selain Patung Groot, stand Purbalingga juga menampilkan kerajinan kayu dari D n D Craft dan Yu Paijem Craft. Kemudian ada berbagai macam kerajinan batok dari Armin Batoque dan Ibu Aning. Ada juga Wayang Suket dari Wisanggeni Art dan batik motif wayang suketnya dadi Forum Pengrajin Batik Purbalingga. Kemudian, ada produk Hira Rajut, kreasi tenun Neona Craft, patung pahlawan dari Woro Craft dan aneka kerajinan lainnya.

Hendy dari D n D Craft mengaku banyak sekali manfaat dari ajang tersebut. “Inacraft membuka pasar produk kami baik nasional bahkan sampai ke luar negeri,” kayanya.

Ia kini dalam penjajakan dengan buyer dari Jakarta, Bali bahkan sampai ke Amerika Serikat. “Semoga bisa terealisasi,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Prapti Yari dari Hira Rajut. Menurutnya ajang tersebut sangat membantu untuk membuka pasar baru juga untuk belajar meningkatkan kualitas produk. “Selain membuka pasar, saya banyak sekali belajar disini dan membuka komunikasi sesama pengrajin,” kata Prapti yang produknya juga dibeli pengunjung asal Prancis.

Produk lain pun laris manis, seperti wayang suket unik yang menarik pengunjung lokal juga mancanegara. Pengunjung asal Malaysia ikut membeli produk tersebut.

Pengunjung suka berfoto di depan patung Groot

Inacraft merupakan pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang sudah memasuki tahun ke 21. Ajang tersebut dihadiri ratusan ribu pengunjung dan buyer dari dalam dan luar negeri. (BNC/PI-6)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.