Klaim BPJS Ketenagakerjaan Program JKK Tahun 2019 Meningkat

Pembayaran Klaim BPJS Ketenagakerjaan Program JKK Tahun 2019 Meningkat

BanyumasNews.com – Pembayaran klaim BPJS Ketenagakerjaan Purbalingga untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tahun 2019 meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini, pembayaran klaim untuk program JKK sampai dengan bulan April mencapai Rp 181.317.095, –

“Pada tahun 2018, pembayaran klaim untuk program JKK ini hanya Rp 87.983.432, -,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Perintis (KCP) Purbalingga, Gunadi Heri Urando saat dihubungi, Senin (29/4/2019).

Tingginya klaim JKK ini disebabkan karena banyaknya kecelakaan kerja yang terjadi pada tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kecelakaan pun tidak hanya terjadi di lingkungan perusahaan melainkan juga di luar lingkungan perusahaan.

“Di perusahaan khususnya perusahaan sektor perkayuan angka klaimnya cukup tinggi sedangkan untuk kecelakaan di luar perusahaan kebanyakan kecelakaan lalu lintas,” ujar Gunadi.

Menurutnya, program JKK ini tidak hanya melindungi saat bekerja saja tetapi melindungi saat pekerja berangkat dan pulang kerja. Karena banyak kasus pembayaran klaim BPJS Ketenagakerjaan karena kecelakaan kerja di liar lingkungan kerja yang terjadi akibat kecelakaan lalu lintas.

“Inilah pentingnya perlindungan jaminan sosial agar para pekerja di Purbalingga khususnya dapat bekerja dengan nyaman dan tenang,” katanya.

Terkait dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, peserta dapat memilih program yang ada diantaranya program JKK, Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun. Sedangkan untuk badan usaha atau pemberi kerja usaha mikro biasanya mengikutkan pekerjanya dalam dua program saja yakni JKK dan JKM.

“Badan Pemberi Upah (BPU) itu ikutnya dua program saja JKK dan JKM dengan iurannya RP 16.800 seperti penderes, pedagang, tukang parkir, dan lainnya, walaupun sebenarnya mereka bisa ikut tambahan program JHT juga, kalau ditambah JHT ikut tiga program iurannya sebesar Rp 36.800,” jelas Gunadi.

Ia pun berpesan afar masyarakat khusunya para pekerja untuk bisa memperhatikan keselamatan dan kesehatannya. Terlebih bekerja tidak hanya di lingkungan perusahaan saja melainkan juga di luar lingkungan perusahaan.

“Minimal kalau sudah terdaftar di program BPJS Ketenagakerjaan, pekerja sudah mempunyai kepastian jaminan apabila mengalami resiko sosial ekonomi,” ujarnya.

Gunadi menyampaikan terkait dengan pembayaran klaim BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2018 untuk program JHT membayar sebesar Rp 26.342.737.240,- program JKK Rp 87.983.432,- JKM sebesar Rp 1.434.000.000,- dan Jaminan Pensiun Rp 168.910.280,-. Sedangkan untuk Tahun 2019 sampai dengan bulan April, klaim yang dibayarkan untuk program JHT Rp 10.682.559.010,- JKK Rp 181.317.095,- JKM Rp Rp 492.000.000,- dan Jaminan Pensiun Rp 60.575.570,-.

“Total klaim yang harus dibayar Tahun 2018 sebesar Rp Rp 28.033.630.952,- dan Tahun 2019 sampai dengan bulan April ini Rp 11.416.451.675,- dengan total peserta program Pemberi Upah (PU) untuk pemberi kerja atau badan usaha aktif sebanyak 1.274 dengan jumlah tenaga kerja 46.212 dan peserta program Bukan Penerima Upah (BPU) tenaga kerja yang aktif menjadi peserta sebanyak 11.509,” pungkas Gunadi. (BNC/PI-7)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.