Lima Sample Makanan Mengandung Zat Berbahaya

Lima Sample Makanan di Pasar Karanganyar Mengandung Zat Berbahaya

PURBALINGGA, INFO – Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Kabupaten Purbalingga menemukan lima sample makanan yang mengandung zat berbahaya di Pasar Karanganyar. Lima sample makanan ini yakni pindang, wajik klethik, mireng lidi, kerupuk chantir dan kerupuk chantir yang telah digoreng.

“Satu yang ditemukan mengandung formalin yaitu pindang dan produk makanan yang lainnya mengandung rhodamin B yang digunakan sebagai pewarna tekstil,” kata Kasi Keamanan Pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Purbalingga, Suyono saat ditemui di sela-sela Monitoring Keamanan Pangan di Pasar Karanganyar, Kamis (25/4/2019).

Makanan yang terbukti positif mengandung zat berbahaya ini tentunya dapat membahayakan masyarakat yang mengonsumasinya. Oleh karena itu, Suyono mengimbau kepada warga pasar untuk tidak mengkonsumsi makanan yang terbukti mengandung formalin maupun Rhodamin B.

“Kami berusaha memberikan pengertian kepada pedagang agar tidak membeli makanan yang mengandunga zat berbahaya ini untuk dijual kembali, hal ini untuk melindungi konsumen agar kesehatannya tetap terjaga,” ujarnya.

Salah satu sampel makanan yang berzat berbahaya

Namun sayangnya ketika Tim JKPT menanyakan produksi kerupuk chantir kecil dan mireng lidi, para penjual tidak tahu siapa pembuatnya. Karena hampir seluruh pedagang pasar tersebut mengambil kerupuk chantir kecil, mie lidi dan dagangan lainnya dari Pasar Bobotsari.

“Nanti dari kami, akan mencari tahu siapa yang memproduksi produk mireng lidi dan chantir kecil-kecil ini secara besar-besaran agar makanan tersebut tidak beredar dengan luas ataupun produsen ini mengganti tambahan pangan yang shat dan berkualitas agar kesehatan tetap terjaga,” imbuh Suyono.

Menurutnya, Tim JKPT Kabupaten Purbalingga juga telah melakukan pendekatan dan tindakan persuasive kepada para penjual produk makanan yang mengandung formalin juga Rhodamin B. Pengambilan sample dilakukan pada beberapa pedagang di pasar tersebut dan ia menekankan uji sample initidak akan merugikan para pedagang.

“Sampai saat ini pedagang juga menyadari dan sample yang kita ambil pun kita beli jadi tidak merugikan pedagang yang bersangkutan, setelah pengecekan selesai hasilnya kita beritahukan kepada warga pasar baik penjual maupun pembeli,” jelas Suyono.

Ia pun berpesan kepada masyarakat untuk membeli makanan dengan bijak dan cerdas. Untuk pangan segar seperti ikan, untuk melihat apakah ikan tersebut mengandung zat berbahaya sepert formalin atau tidak dapat dilihat dari lalat yang hinggap pada ikan tersebut.

“Sedangkan untuk makanan seperti kerupuk dan makanan lain yang mengandung pewarna, apabila mengandung pewarna tekstil itu bisa terlihat warnanya terang dan menarik perhatian, inilah yang harus diwaspadai oleh pembeli,” katanya.

Pengecekan pada 14 sample makanan yang dilakukan di Pasar Karanganyar pun disambut baik oleh warga pasar. Warga pasar dengan antusias melihat hasil pengecekan yang dilakukan oleh Tim JKPT Kabupaten Purbalingga.

Rasimah (60) salah satu pedagang di Pasar Karanganyar mengaku senang dengan adanya pengujian pada beberapa makanan. Berkat pengecekan yang dilakukan ini, ia menjadi paham makanan yang mengandung formalin juga Rhodamin B yang tidak boleh dikonsumsi masyarakat.

“Sudah tahu ya sudah, jadi gak akan beli lagi soalnya mengandung formalin dan pewarna tekstil, sebelumnya memang sempat beli, sekarang sudah tahu ya gak beli lagi karena dicek ternyata berbahaya,” ungkap Rasimah. (BNC/PI-7)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.