“15 Warga Desa Panusupan Jadi Korban Tanah Longsor”

15 Warga Desa Panusupan Jadi Korban Tanah Longsor dalam Simulasi Bencana 

BanyumasNews.com – Raungan sirine ambulane dan kentongan terdengar menghiasi pagi itu, Jum’at (26/4/2019) di dusun Pagelaran, Desa Panusupan, Kecamatan Rembang. Suara tangisan keluarga korban juga mengiringi mencekamnya kejadian bencana tanah longsor. Sebanyak 15 korban tanah longsor ditemukan oleh tim Desa Tanggap Bencana (Destana) Desa Panusupan.

Dengan cekatan mereka membawa korban dengan peralatan sederhana, yakni dengan dua buah bambu yang dipotong masing-maisng 3 meter kemudian dimasukan ke kain sarung sehingga menjadi tandu. Untuk penyelamatan, satu persatu korban dimasukan ke ambulan dan kendaraan bak terbuka untuk dibawa ke posko kesehatan guna penanganan pertama korban.

Tim SAR Purbalinga dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Purbalingga, FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) dan RAPI tak kalah gesitnya membawa korban untuk dibawa ke posko penanganan pertama yang didirikan oleh PMI Purbalingga.

Tak hanya itu saja pendirian dapur umum juga di dirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Taruna tanggap bencana (Tagana). Tim dapur umum terlihat sibuk untuk menyajikan makan dan minum bagi warga yang terkena bencana dan tim evakuasi.

Koordinaasi dan komunikasi terus disampaikan oleh anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Purbalingga untuk menginformasikan perkembangan terkait korban dan permintaan bantuan. Informasi disampaikan lewat radio komunikasi dilakukan baik tempat kejadian maupun di tempat posko komunikasi. Data korban dicatat untuk di informasikan di papan informasi.

Hal tersebut merupakan gambaran simulasi penanganan bencana tanah longsor yang diselenggarakan oleh BPBD Purbalingga bersama MDMC Kabupaten Purbalingga, FPRB, Organisasi  Tim SAR Purbalingga, RAPI Purbalingga, Bintara Pembina Masyarakat (Babinsa), serta Unsur Kepolisian.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga, Heni Rusianti mengatakan kegiatan simulasi bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat ketika suatu saat nanti terjadi bencana tanah lonsor. Simulasi difokuskan di Desa Panusupan utamanya dusun 1 dan 3 karena dusun tersebut merupakan katagori rawan bencana longsor.

“Sehingga pada nantinya, masyarakat sudah mandiri, sadar bencana sehingga mengetahui langkah-langkah dalam evakuasi bencana. Mudah-mudahan simulasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) yang serentak di seluruh Indonesia,” katanya.

Ketua MDMC Purbalingga, Suprapto mengatakan sebelum kegiatan simulasi masyarakat sudah dibekali dengan materi manajamen kebencanaannya, pengetahuan tentang tanah longsor, pengetahuan evakuasi korban, serta bagaimana pertolongan pertamanya. Walaupun pengetahuaun tersebut masih tergolong dasar, diharapkan dapat membantu masyarakat.

“Kita harapkan dengan diajarkan  materi tersebut maka warga bisa menghadapi bencana ketika bencana tersebut terjadi. Paling tidak warga masyarakat itu sendiri bisa mandiri untuk melaksanakan kegiatan evakuasi korban baik tanah lonsgor dan yang lainnya, sebelum bantuan datang,” katanya (BNC/PI-2)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.