Petugas Pemilu Meninggal di Banyumas Tercatat 3 Orang

Pemandangan penghitungan suara di sebuah TPS hingga malam hari bahkan subuh keesokan hari

Petugas Pemilu Meninggal Dunia di Banyumas Tercatat 3 Orang

BanyumasNews.com – Pemilu 2019 yang dilakukan serentak Pilpres dan Pileg benar-benar menguras tenaga para petugas Pemilu. Banyak petugas menjadi korban meninggal dunia karena kelelahan. Di Banyumas tercatat ada 3 (tiga) anggota KPPS (Kelompok Petugas Pemungut Suara) yang meninggal dunia akibat kelelahan.

 

Menurut Ketua KPU Banyumas Imam Arif Setiadi, berdasarkan laporan yang diterima ada tuga orang petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia usai menjalankan tugas.

 

Menurutnya, petugas penyelenggara pemilu yang meninggal dunia adalah Sopiah, petugas KPPS di TPS 09 Desa Banjarsari Kidul, Kecamatan Sokaraja; Slamet anggota linmas di TPS 09, Kelurahan Kober, Purwokerto Barat; dan Sudiran, anggota Linmas di TPS Desa Cikakak Kecamatan Wangon.

“Menjadi anggota KPPS memang sangat menguras tenaga dan fikiran. Kami ikut prihatin dan menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga petugas yang meninggal dunia,” kata Imam, Senin (22/4/2019).

Keterangan yang dihimpun, anggota KPPS Sopiah meninggal setelah mengalami kecelakaan di jalan raya. Diduga korban mengalami kecelakaan akibat kelelahan setelah bertugas sebagai KPPS. Sementara dua petugas linmas yang meninggal, lanjut Imam, disebabkan kelelahan setelah bertugas beberapa hari terus-menerus. KPU masih melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap kondisi KPPS, PPS dan PPK yang bertugas. Imam berharap ada santunan yang bisa diberikan kepada keluarga mereka.

Isteri Slamet, Warsiti, mengatakan sebelum suaminya meninggal pada Ahad (21/4/2019) siang, suaminya mengaku pusing karenanya tiduran di rumahnya. Namun pada siang hari tubuhnya panas hingga kejang-kejang. Saat itu Slamet langsung dibawa ke RSU Margono Seokarjo. Namun akhirnya Slamet tidak bisa ditolong.

 

Pemerintah, melalui KPU, perlu memikirkan penyelenggaraan Pemilu yang efisien, tidak membuat lelah penyelenggara atau petugas Pemilu hingga timbul korban jiwa yang mencapai hampir 100 orang di seluruh Indonesia. Penggunaan Electronic Voting Machine (EVM) mulai disuarakan, misalnya oleh Dahlan Iskan dalam postingan di facebook. EVM memungkinkan pelaksanaan yang paperless dengan hasil pemilu yang bisa cepat diketahui. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.