Strategi Pengembangan Pepustakaan bagi Pustakawan Desa

Pustakawan Desa Belajar Strategi Pengembangan Pepustakaan

BanyumasNews.com – Perpustakaan merupakan lembaga atau institusi sosial yang harus dikelola secara profesional. Pengelolaan secara profesional berarti memenuhi kriteria dan standar yang berlaku baik dari sisi perpustakaannya maupun tenaga pengelolanya. Untuk memenuhi standar pengelolaan perpustakaan yang profesional, Pemerintah Kabupaten Banyumas, melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpusda) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan bagi pengelola perpustkaan desa dan taman bacaan masyarakat Selasa (12/3/2019) di Aula Disarpusda. Kegiatan tersebut untuk melatih kompetensi tenaga perpustakaan desa agar profesional dalam melayanani masyarakat.

Kepala Dinas Arpusda Joko Wikanto mengatakan minat baca di Banyumas masih perlu ditingkatkan dan harus diselesaikan secara terpadu, terkoordinasi dan terintegrasi oleh pemerintah bersama jajaran dunia pendidikan, termasuk peran serta kepala desa dan masyarakat itu sendiri.

“Salah satu upaya perlu diadakan perpustakaan desa/TBM dan melalui beberapa kegiatan yang menjadi program Dinas Arpusda Kabupaten Banyumas yaitu melalui kegiatan layanan perpustakaan keliling dan pembinaan serta kerjasama antar perpustakaan,” katanya.

Menurut Joko, untuk memotivasi Perpustakaan Desa, Dinarpusda Banyumas akan menyelenggarakan lomba perpustakaan Desa/Kelurahan yang akan diselenggarakan pada bulan Juli 2019.

“Saat ini terdapat 71 perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat di Banyumas,” tambahnya.

Kasi Pengembangan, Pembinaan dan Kerjasama Perpustakaan Indra Syamsu mengatakan Bintek kali ini diikuti 25 peserta dari 5 perpustakaan desa dan 1 taman bacaan masyarakat.

“Perpusdes yang mengikuti Bintek antara lain Pepusdes Ciberem Kecamatan Sumbang, Pepusdes Sibalung dan Kedungpring Kecamatan Kemranjen, Perpusdes Kedungwuluh Kecamatan Patikraja, Pepusdes Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang serta Taman Bacaan Masyarakat Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja,” katanya.

Pada Bimtek ini peserta diajarkan cara dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan peran perpustakaan desa, guna terwujudnya Masyarakat Yang Literat Melalui Pemberdayaan Perpustakaan Desa . Selain itu, peserta juga diajarkan bagaimana membuat katalogisasi, klasfikasi dan belajar membuat rencana kerja serta menyeleksi koleksi perpustakaan yang sesuai, serta membimbing masyarakat untuk menemukan informasi yang valid di era digital ini.

“Pelatihan akan berlangsung selama 4 hari mulai hari ini Selasa (12/3) hingga Jumat (15/3), kami menghadirkan narasumber dari Dinas Keasrsipan dan Perpustakaan Propinsi Jawa Tengah yaitu Adib Suharto dan Dyah Nugraheni,” tambahnya.

Selain untuk mempersiapkan tenaga pengelola perpustakaan yang mempunyai kemampuan dan keterampilan di bidang perpustakaan, juga belajar strategi pengembangan perpustakaan, karena keberadaan perpustakaan desa diharapkan sebagai bagian integral dari upaya membangun masyarakat yang literat dan mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan para pemakainya.

“Nantinya perpustakaan desa tidak hanya untuk pinjam meminjam buku, tetapi juga sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat dengan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat,” tambahnya. (BNC/Pars)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.