Ini Zonasi Penerimaan Siswa Baru SMAN 1 Purbalingga

Sosialisasi PPDB SMAN 1 Purbalingga

BanyumasNews.com – Kepala SMAN 1 Purbalingga Drs Kustomo dalam kesempatan sosialisasi PPDB online tahun 2019/20120 mengataklan, untuk zonasi di SMAN 1 Purbalingga ditetapkan ada 81 desa/ kelurahan yang tersebar di Kecamatan Purbalingga, Padamara, Kalimanah, Kaligondang, Bojongsari, Kemangkon  dan Kutasari.

Khusus Kecamatan Kemangkon, dari 19 desa yang ada, yang masuk zonasi SMAN 1 Purbalingga hanya lima desa terdiri Toyareka, Muntang, Gambarsari, Kalialang dan Karangtengah. Sedangkan Kecamatan Kutasari, hanya dua desa yang masuk yakni Karanglewas dan Munjul.

Sebagai gambaran, Kustomo mencontohkan, kelurahan Purbalingga Kulon dan Kandanggampang letaknya dekat dengan SMAN 1 Purbalingga atau dihitung 0 km, sehingga siswa dari dua keluruhan itu menjadi prioritas diterima di sekolah tersebut.

Kustomo menambahkan, dengan  zonasi berdasarkan desa/kelurahan diberlakukan, maka nilai hasil ujian nasional SMP/MTs tak akan berpengaruh lagi.

“Priotitas siswa yang diterima nantinya berdasarkan jarak desa/kelurahan terdekat dengan sekolah, bukan lagi nilai UN. Sangat mungkin, lulusan SMP di Kecamatan Rembang dengan rata-rata nilai UN 9,7 misalnya, tidak bisa diterima di SMAN 1 Purbalingga, karena domisili dan kartu keluarganya memang terdata di Kecamatan Rembang, yang nota bene di luar zonasi SMAN 1 Purbalingga,” ungkapnya.

Menurut dia, nilai ujian nasional digunakan untuk menjadi pertimbangan bila ada beberapa siswa yang mendaftar ada kesamaan jarak. “Kalau ada beberapa siswa di sekolah dengan jarak sama maka pertimbangan yang diterima adalah usia siswa yang lebih tua dan hasil nilai ujian nasional,” jelasnya.

SKTM tidak jadi syarat

Kustomo menambahkan, pada PPBD SMA 2019, surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak lagi menjadi syarat penerimaan sekolah. SKTM digunakan untuk pertimbangan mendapatkan keringanan atau pembebasan biaya sekolah setelah siswa bersangkutan diterima di sekolah.

“Jadi calon siswa yang membawa SKTM tak lagi secara otomatis diterima, seperti pada PPDB tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Kepala SMPN 3 Purbalingga, Subarno S.Pd, mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan sistem PPDB SMA model baru ini. “Sejauh ini kami sudah memotivasi dan berusaha keras, agar siswa Klas 9 SMP 3 Purbalingga meraih nilai UN tinggi. Namun kalau anaknya tinggal di luar zona SMAN 1 Purbalingga, ya susah diterima di sekolah favorit itu,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, minat lulusan SMPN 3 Purbalingga masuk ke SMAN 1 Purbalingga sangat besar. “Kalau model PPDB SMA begini, ya kasihan anak pintar yang tinggal di luar zona SMAN 1 Purbalingga, padahal mereka jauh hari mengincar SMAN 1 Purbalingga setelah lulus dari SMPN 3 Purbalingga,” ujar Subarno. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.